UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, Arshy Ahsanal Khafidoh tunjukkan kualitasnya di kancah internasional yang terbukti dengan banyak prestasi yang ia raih. Salah satunya, ia berkesempatan menjadi awardee fully-funded pada program Global Youth Innovation Summit (GYIS) Batch 13 Chapter Singapore & Malaysia besutan Pemuda Mendunia pada Minggu-Rabu (11-14/1/2026).
Rangkaian Kegiatan
GYIS terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah project presentation dengan tim yang penyelenggara tentukan. Tim Arshy mengangkat tema pendidikan untuk mewujudkan SDGs poin 1, 4, 8, dan 10 yang terwujud dalam Platform Mentoring Beasiswa bagi siswa/mahasiswa di Indonesia berskala Nasional dan Internasional.
Selain itu, project juga berfokus dalam pemberian mentoring gratis bagi pemuda yang berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Hal ini bertujuan untuk membantu pelajar yang tidak bisa melanjutkan studinya karena faktor finansial. Tak disangka, tim Arshy berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus. Yakni 2nd Place SDGs Project Presentation, 2nd Place Best Team, dan 3rd Place SDGs Video Project.
Dalam kategori individu, Arshy juga mendapatkan tiga penghargaan. Antara lain adalah 1st Place Best Delegates, 2nd Place Best Speaker, dan 3rd Place Most Inspirational Leader. “Saya belajar banyak hal tentang budaya Singapura dan Malaysia. Tidak lupa, saya juga aktif membagikan pengalaman tersebut di sosial media saya,” ungkapnya.
Perjalanan terciptanya ide tim Arshy melalui beberapa diskusi yang juga difasilitasi Online Project Coaching. “Kita akan dibimbing dengan mentor yang ahli dalam bidangnya sehingga kita bisa banyak konsultasi ketika meeting. Alhamdulillah, mentor selalu maintenance progress kami, sehingga kita bisa solid dalam menyelesaikan project ini,” imbuhnya.
Tim Arshy diberi waktu untuk mempersiapkan tiga goals selama tiga pekan, antara lain branding di media sosial, bahan project presentation, dan SDGs video project. “Tentunya waktu tersebut lumayan singkat. Jadi sebisa mungkin kita memanfaatkan waktu tersebut dengan baik dengan membuat timeline dan sering mengadakan zoom meeting,” jelasnya.
Eksplor Budaya melalui Kompetisi
Bagi Arshy, menjadi awardee fully-funded tidak mudah. “Banyak proses seleksi yang harus diikuti. Di antaranya adalah tahap administrasi, tes wawasan kebangsaan dan global, leaderless group discussion, dan interview yang mengulik apakah kita benar-benar layak untuk menjadi awardee fully funded,” tuturnya.
Arshy menjelaskan motivasinya mengikuti kegiatan ini adalah ingin melatih potensi diri melalui kompetisi internasional sekaligus eksplor budaya negara tetangga “Harapannya bisa membantu saya untuk membuka pintu kesempatan bagi karir dan masa depan saya nantinya,” pungkasnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





