Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Wujudkan “Apotek Hidup” untuk Kesehatan Terjangkau

Mahasiswa KKN-BBK 7 melaksanakan program kerja lingkungan berjudul APOTEK RUMAH HIJAU yang bertempat di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (26/01/2026). Program kerja ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sidorejo dengan tujuan setempat dalam rangka meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, mahasiswa Universitas Airlangga melaksanakan program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 dengan tema “Apotek Rumah Hijau”.

Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi konsep “Apotek Hidup”, yang menekankan pendekatan kesehatan holistik berbasis alam. Apotek Hidup bukan sekadar tempat obat, melainkan ekosistem hidup yang memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai sumber pengobatan alami. Sosialisasi ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK, perangkat desa, dan mahasiswa BBK 7 UNAIR, di mana pemateri menjelaskan manfaat tanaman seperti jahe, kunyit, dan kencur dalam mengatasi masalah kesehatan sehari-hari, seperti meningkatkan imunitas dan mengobati luka ringan. Konsep ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada obat kimia, sekaligus mendidik masyarakat tentang kemandirian kesehatan.

Setelah sosialisasi, kegiatan berlanjut dengan menanam tanaman TOGA secara bersama-sama. Mahasiswa dan partisipan berkolaborasi di lahan yang disiapkan sebagai “Apotek Hidup”. Mereka menanam bibit jahe, kunyit, temulawak, dan berbagai sayuran seperti sawi, pakcoy.  Tidak hanya berfungsi sebagai tanaman obat namun juga, dengan adanya sayuran yang ditanam Masyarakat setempat dapat memanfaatkannya untuk konsumsi sehari-hari. Proses ini tidak hanya edukatif, tetapi juga membangun solidaritas komunitas. Selanjutnya, lahan apotek hidup dirapikan dengan membersihkan gulma, dan memasang papan informasi tentang jenis tanaman. Hal ini memastikan lahan tetap terawat dan produktif.

Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan kesehatan alami di desa. Warga kini memiliki akses ke obat-obatan gratis dari lahan sendiri, mengurangi biaya kesehatan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yakni Quality Education. Mahasiswa belajar tentang pemberdayaan masyarakat, sementara desa mendapatkan warisan hijau yang berkelanjutan. Apotek Rumah Hijau bukan hanya proyek, melainkan gerakan menuju hidup sehat dan ramah lingkungan.