Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Edukasi Pembuatan Kompos Sederhana dari Sampah Dapur

UNAIR NEWS– Peningkatan jumlah sampah rumah tangga, khususnya sampah dapur organik, menjadi permasalahan lingkungan yang masih sering ditemui di masyarakat. Kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah menyebabkan sisa makanan dan limbah organik hanya dibuang tanpa diolah, sehingga menimbulkan bau, pencemaran lingkungan, dan penumpukan sampah. Padahal, sampah dapur memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk organik. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai pembuatan kompos sederhana dari sampah dapur sebagai upaya mengurangi volume sampah sekaligus mendorong perilaku peduli lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi pembuatan kompos sederhana dari sampah dapur kepada ibu ibu PKK desa Kedungbanjar kecamatan Sugio kabupaten Lamongan. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik dan pelestarian lingkungan.

Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah dapur, seperti sisa sayuran dan kulit buah, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Selain mengurangi volume sampah rumah tangga, kompos juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 memberikan penjelasan mengenai jenis sampah organik yang dapat dikomposkan serta langkah-langkah pembuatan kompos secara sederhana menggunakan ember atau wadah bekas. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung agar masyarakat dapat memahami proses pengomposan dengan mudah dan dapat menerapkannya di rumah masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam mengurangi permasalahan sampah. “Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu mengolah sampah dapur menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujar salah satu dari mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai bermanfaat dan mudah diterapkan. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pembuatan kompos juga dapat mendukung kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan pekarangan.

Melalui kegiatan edukasi pembuatan kompos ini, mahasiswa BBK 7 berharap masyarakat dapat terus menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah organik secara mandiri, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan KOMDES mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12, 15 dan 17, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), Ekosistem Darat (Life on Land), Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Penulis: Izza Zulfa Aliyya Khilma