Universitas Airlangga Official Website

Jawab Tantangan Daerah 3T, Tim Solar-Rad Raih Juara Tiga Nasional

Tim Solar-Rad pada saat sesi awarding pada Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa)
Tim Solar-Rad pada saat sesi awarding pada Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Keterbatasan pasokan listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Tim Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) Fakultas Vokasi (FV) sukses meraih juara tiga esai pada ajang Jak National Competition 2026. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medik (HMJ TLM) Poltekkes Kemenkes Denpasar berlangsung sejak Senin (15/12/2025) hingga Jumat (30/1/2026) secara daring. Tim menghadirkan Sinta Amalia (Ketua), Bilqis Adinda Putri dan Sabrina Amalia Syani (anggota).

Bilqis Adinda Putri, mengungkapkan bahwa ide yang diusung berawal dari motivasi tim untuk menyelesaikan isu dan keresahan masyarakat di daerah 3T berdasarkan riset mendalam. “Keterbatasan pasokan listrik masih menjadi kendala utama, khususnya dalam pelayanan penunjang medis seperti radiologi. Kondisi ini mendorong tim untuk mengintegrasikan isu pelayanan kesehatan dengan pemanfaatan energi terbarukan,” ungkapnya.

Tim mengusung ide bernama Solar-Rad, suatu sistem efisiensi energi pada teleradiologi berbasis sel surya yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik utama. “Melalui Solar-rad, proses pengiriman citra radiologi ke spesialis radiologi di luar wilayah faskes dapat berjalan lancar tanpa terkendala pasokan listrik,” jelasnya.

Selama proses pengerjaan, tim mendapatkan pendampingan mentor melalui salah satu platform edukasi. “Proses dimulai dari brainstorming, studi literatur, hingga penyusunan kerangka esai. Tantangan terbesar terletak pada proses pencarian ide. Banyaknya inovasi dari mahasiswa lain membuat kami harus bekerja ekstra dan cukup menyita waktu dalam menemukan sudut pandang yang masih jarang dibahas,” ujarnya.

Di sisi lain, tenggat waktu dalam menyelesaikan karya cukup menguji kondisi mental tim. Namun berkat konsistensi pengerjaan setiap harinya dan study planner yang matang, karya berhasil selesai tepat waktu. Menurut Bilqis, faktor utama yang mendukung keberhasilan tim terletak pada usulan ide yang masih langka dibahas. “Melalui sumber ilmiah yang valid serta detail visualisasi yang runtut, hal ini menjadi nilai tambah dalam menunjang keberhasilan,” lanjutnya. 

Meski belum memiliki rencana implementasi secara nyata karena keterbatasan anggaran dan kolaborasi, Bilqis menegaskan ide yang diusung berpotensi memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. “Karena Solar-Rad mampu meningkatkan pemerataan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di daerah 3T,” tegasnya.

Bilqis berpesan kepada mahasiswa lain untuk terus semangat dalam belajar, bertumbuh dan berproses. “Jangan memandang kegagalan sebagai suatu kekalahan, jadikanlah kegagalan sebagai evaluasi dan bahan untuk berkembang,” pungkasnya. 

Penulis: Bethari Sri Indrajayanti

Editor: Khefti Al Mawalia