Universitas Airlangga Official Website

Peran Disintegran dalam Mengurangi Tablet Sticking Akibat Sintering Pada Tabletasi Klopidogrel Bisulfat

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Cetak langsung merupakan teknik manufaktur tablet yang banyak dipilih karena prosesnya yang efisien dan ekonomis. Persyaratan utama suatu bahan aktif farmasi (obat) dapat dicetak langsung adalah memiliki tabletabilitas yang baik dan serbuk mudah mengalir. Klopidogrel Bisulfat, suatu obat yang umum digunakan untuk mencegah penggumpalan darah (antiplatelet), memiliki karakteristik mudah mengalir dan dapat ditabletasi pada tekanan kempa mesin tablet yang umum dipergunakan, yakni 50 N/mm2 hingga 100 N/mm2. Walaupun dapat dikempa menjadi tablet, kekerasan tablet yang dihasilkan pada tekanan kempa tertinggi masih menghasilkan tablet dengan kekerasan lebih rendah dari persyaratan minimal tablet sebesar 1,0 N/mm2.  Peningkatan kekuatan kempa pada  tabletasi Klopidogrel Bisulfat justru menimbulkan masalah sticking yakni lengketnya tablet pada komponen pencetak (punch dan die). Pada umumnya,permasalahan sticking disebabkan oleh higroskopisitas bahan. Namun dalam investigasi yang dilakukan terhadap Klopidogrel Bisulfat,  sticking  terjadi karena adanya sintering atau peleburan partikel-partikel Klopidogrel Bisulfat akibat adanya tekanan, terutama terjadi pada tekanan lebih besar dari 8000 N. Pembuatan tablet Klopidogrel Bisulfat dengan metode lain yang dapat mengurangi sintering dan sticking,semisal granulasi basah, tidak memungkinkan karena sensitivitas Klopidogrel Bisulfat terhadap kelembapan. Di samping itu, pencetakan berulang dan reduksi ukuran pada Klopidogrel Bisulfat sebagaimana diaplikasikan pada proses granulasi kering justru dapat memicu degradasi Klopidogrel Bisulfat, sehingga satu-satunya pilihan strategi formulasi adalah cetak langsung.

Fenomena sintering ini cukup unik karena sangat jarang dialami oleh bahan aktif farmasi. Tercatat hanya telmisartan dan eritromisin yang pernah dilaporkan mengalami fenomena serupa. Titik lebur juga bukan menjadi penyebabnya sebab Klopidogrel Bisulfat memiliki titik lebur di atas 150°C. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa sintering yang dialami Klopidogrel Bisulfat hanya terjadi pada bagian permukaan yang dikempa tetapi tidak sampai ke struktur internal tablet. Untuk mengatasi fenomena sticking ini, berdasarkan penelitian sebelumnya, dapat dilakukan dengan penambahan bahan tambahan (eksipien) yang memiliki karakteristik elastis dan cenderung berbentuk sferis. Namun sejatinya, belum ada penjelasan lebih detil bagaimana strategi ini bisa berfungsi. Pada penelitian yang telah dilakukan, tim peneliti mencoba menggunakan tiga macam eksipien dengan karakteristik deformasi elastis dan bentuk sferis yakni starch, kemudian eksipien dengan karakteristik deformasi brittle/rapuh dan bentuk sferis yakni partially pregelatinized starch, serta eksipien dengan karakteristik cenderung plastis dan memiliki bentuk partikel campuran yakni berbentuk batang memanjang dan cenderung kotak yaitu sodium crosscarmellose. Fungsi ketiga eksipien tersebut secara umum adalah sebagai disintegran/pemecah tablet sehingga diharapkan tidak mengubah pelepasan tablet Klopidogrel Bisulfat. Rasio penggunaan juga relatif rendah dibandingkan Klopidogrel Bisulfat yakni : Klopidogrel Bisulfat/disintegrant 90/10 ; 85,15 dan 80/20. Tekanan kempa yang diberikan adalah tekanan kempa pada saat fenomena sintering mulai teramati dan satu tekanan lebih tinggi dari tekanan tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa rasio Klopidogrel Bisulfat/sodium croscarmellose memberikan efek pencegahan sintering yang terbaik pada rasio 80/20 dan tablet yang dihasilkan memiliki kekerasan  yang cukup walaupun masih perlu diperkuat dengan penambahan eksipien lainnya. Bentuk partikel campuran memungkinkan partikel sodium croscarmellose mengisi ruang antarpartikel Klopidogrel Bisulfat saat pengempaan dengan lebih fleksibel sehingga dapat mencegah sintering dan menguatkan struktur internal tablet Klopidogrel Bisulfat yang dihasilkan.

Ilustrasi gambar :

Sticking pada tablet. Sumber : https://www.scientistlive.com/content/avoiding-sticking-and-picking-tablet-production

Penulis: Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari