Universitas Airlangga Official Website

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, UNAIR dan King’s College London Bahas Rencana Kolaborasi

Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga (UNAIR) saat menyambut kunjungan resmi dari delegasi King's College London (KCL) pada Rabu (11/02/0226) di Ruang Pertemuan Balairua, Kampus C UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)
Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga (UNAIR) saat menyambut kunjungan resmi dari delegasi King's College London (KCL) pada Rabu (11/02/0226) di Ruang Pertemuan Balairua, Kampus C UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS- Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan resmi dari delegasi King’s College London (KCL) pada Rabu (11/02/0226) di Ruang Pertemuan Balairua, Kampus C UNAIR. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas berbagai peluang dalam memperkuat kemitraan pendidikan antara kedua institusi.

Hadir dalam kunjungan ini, Prof Simon Tanner, Rektor Universitas untuk Indonesia & Asia Tenggara, serta Edward Danks, Manajer Kemitraan untuk China, Asia Timur & Asia Tenggara. Serta perwakilan dari pihak Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga.

Peluang Kolaborasi Pendidikan

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk membahas berbagai peluang penguatan kemitraan pendidikan. Lebih dalam, kunjungan ini berfokus pada pengembangan program akademik dan riset, serta peningkatan mobilitas mahasiswa dan staf akademik.

Tim dari Direktorat Airlangga Global Engagement (AGE) saat memaparkan program kepada delegasi King’s College London (KCL) pada Rabu (11/02/0226) di Ruang Pertemuan Balairua, Kampus C UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)

“Kunjungan ini bukan hanya untuk memperdalam kolaborasi yang sudah ada, tetapi juga untuk menjajaki peluang baru dalam bidang-bidang penting seperti transformasi digital, keamanan siber, dan pendidikan kedokteran. Kami percaya meningkatkan mobilitas mahasiswa dan staf akademik, serta mengembangkan program-program magister yang berfokus pada teknologi dan keberlanjutan, kita dapat menciptakan dampak yang signifikan bagi kedua institusi dan masyarakat yang lebih luas.” Ujar Prof Simon.

Diskusi tersebut juga membahas rencana peluncuran dua program magister baru pada bulan September mendatang. Salah satunya adalah Magister Sains dalam Keamanan Siber Lanjutan, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keterampilan tinggi dalam bidang keamanan digital, meskipun sudah banyak institusi lain yang menawarkan program serupa.

Dalam hal riset, kedua institusi sepakat untuk memperluas keterlibatan melalui pendekatan matchmaking yang terarah. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi akademisi, institusi, dan bidang studi yang memiliki minat dan keunggulan yang sejalan.

“Pendekatan matchmaking yang terarah ini membantu kami mengidentifikasi akademisi, institusi, dan bidang studi yang memiliki minat dan keunggulan yang sejalan. Selanjutnya, kami berharap kolaborasi ini dapat berkembang melalui kunjungan langsung dan lokakarya bersama, yang akan semakin mempererat kemitraan riset.”

Penguatan Riset dan Keterlibatan Profesional

Selain program akademik penuh, kedua institusi juga menekankan pentingnya pendidikan profesional. Upaya tersebut untuk menjembatani kesenjangan keterampilan di sektor-sektor tertentu, seperti media, produksi kreatif, dan keamanan siber. Program pendidikan profesional diharapkan dapat memenuhi kebutuhan keterampilan yang lebih spesifik dan relevan dengan pasar kerja, berada di antara pelatihan dasar dan program gelar penuh.

Semua program dan inisiatif ini juga selaras dengan prioritas yang telah melalui proses identifikasi oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bersama pemerintah. Dengan demikian, pengembangan program pendidikan yang ada diarahkan untuk memenuhi kebutuhan keterampilan di tingkat nasional dan sektoral. Lebih lanjut, program ini mengarah di bidang teknologi dan industri kreatif, yang menjadi fokus utama kawasan ini.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto