UNAIR NEWS – Airlangga Enterprise Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan Festival Al-Banjari Se-Jawa Timur guna menyambut bulan suci Ramadan yang akan datang. Acara ini berlangsung pada Senin (16/2/2026) di Hall Lantai 5, Plaza Airlangga, Kampus MERR – C Universitas Airlangga.
Membumikan Sholawat
Ketua Airlangga Enterprise, Nugroho Sasikirono SE MM menyambut dengan gembira kehadiran seluruh peserta yang berpartisipasi. Ia menyebut bahwa acara ini merupakan bentuk upaya UNAIR untuk membumikan selawat.
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dengan keadaan yang sehat pada pagi hari ini. InsyaAllah ini adalah tahun pertama Festival Al-Banjari di UNAIR dan kami usahakan untuk tahun kedua dan seterusnya agar kegiatan ini dapat kami jadikan rutinitas tahunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa tujuan acara Festival Al-Banjari selain untuk menyambut bulan suci Ramadan, juga menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan UNAIR kepada masyarakat umum. Ia menegaskan bahwa UNAIR bukan hanya tempat untuk menuntut kegiatan akademik semata.
“Acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Plaza Airlangga kepada masyarakat umum. Agar mereka tahu bahwa UNAIR bukan hanya tempat belajar, tetapi terbuka untuk umum. Kegiatan apa saja di UNAIR akan kami berikan fasilitas yang memadai, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” imbuhnya.

Lestarikan Budaya Tradisional
Sebanyak 50 peserta berpartisipasi dalam Festival Al-Banjari Se-Jawa Timur yang berlangsung selama dua hari penuh. Wakil Rektor Bidang Ekosistem Enterpreneurial dan Pengembangan Bisnis Universitas Airlangga, Prof Dr Drs Koko Srimulyo MSi menjelaskan bahwa di tengah benturan budaya modern, budaya tradisional seperti Al-Banjari tetap harus dilestarikan.
“Kami optimis arah generasi muda yang tidak lepas dari tradisi menunjukkan kaitan spiritualitas dan kualitas dapat terbentuk. Kita perlu bangga karena Al – Banjari tidak sekadar bersalawat. Perlu adanya harmonisasi, kerja sama, dan ketulusan hati,” tegasnya.

Dalam penutupnya, Prof Koko menekankan peran penting generasi muda untuk terus melestarikan budaya tradisional seperti Al-Banjari. Menurutnya Indonesia maju perlu budaya tradisionalnya tetap terjaga.
“Kemenangan berarti membawa beban untuk tetap senantiasa mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Kami yakin Indonesia akan maju dan bangga selama kita tidak goyah dan terkikis oleh benturan budaya-budaya modern saat ini. Mari bersama-sama kita lestarikan budaya tradisional untuk bangsa Indonesia,” tutupnya.
Pemenang Festival Al-Banjari UNAIR
Juara Terbaik 1: Kun Syafi’an Jombang
Juara Terbaik 2: Bani Mantsani Kediri
Juara Terbaik 3: Tajus Syarqy Surabaya
Juara Terbaik 4: Pondok Permata Suci Gresik
Juara Terbaik 5: Asybabul Mutawakkilin Sidoarjo
Juara Terbaik 6: JDFI Firqotun Nujum Malang
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





