Universitas Airlangga Official Website

Gastrodiplomasi Indonesia di Malaysia, Perkuat SDGs lewat Produk Inovatif Telang Biru

Pembagian Blue Ocean Drink (Foto: Koleksi Kelompok)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui program BBK 7 Internasional di Malaysia. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut sukses terselenggara pada Minggu (8/2/2025) di Kampung Tanjung Langsat, Johor Bahru. Program ini mengusung pendekatan gastrodiplomasi melalui pemanfaatan bunga telang biru sebagai produk inovatif berbasis potensi lokal.

Program bertajuk “Telang Biru Kampung Tanjung Langsat” dirancang sebagai ruang belajar partisipatif antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai manfaat bunga telang sekaligus pelatihan budidaya dan pengolahannya. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

Mahasiswa menjelaskan teknik penanaman bunga telang mulai dari pemilihan bibit, perawatan, hingga proses panen. Masyarakat juga turut mempraktikkan pengolahan bunga telang menjadi minuman inovatif bernama Blue Ocean Drink. Minuman tersebut memanfaatkan pigmen antosianin yang menghasilkan warna biru alami dan berubah menjadi ungu saat tercampur dengan perasan lemon.

Koordinator Program, Shafa, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis semata. “Kami ingin program ini berkelanjutan dan benar-benar bisa termanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang ekonomi kreatif,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan, “Gastrodiplomasi menjadi pendekatan yang relevan untuk memperkuat identitas lokal sekaligus membangun hubungan budaya Indonesia dan Malaysia.”

Mayoritas masyarakat Kampung Tanjung Langsat memiliki usaha rumah makan yang berpotensi mengembangkan produk tersebut. Mahasiswa menilai inovasi sederhana ini memiliki daya tarik visual tinggi sehingga mudah dipasarkan. 

Selain pelatihan, mahasiswa juga memperkenalkan konsep branding berbasis cerita kampung yang terintegrasi dengan program Digital Brand Kampung Story Lab. Pendekatan ini bertujuan membangun identitas Kampung Tanjung Langsat sebagai kampung pesisir yang kreatif dan inovatif. “Kami tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun narasi produk agar memiliki nilai tambah,” jelas Shafa.

Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kolaborasi tersebut memperkuat pertukaran gagasan dan pengalaman lintas negara. Program ini menjadi ruang kolaboratif yang mempererat hubungan akademik sekaligus persahabatan kedua negara.

Melalui BBK 7 Internasional, UNAIR kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat global. Program ini tidak hanya meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong inovasi produk lokal berbasis sumber daya alam. Dengan demikian, kegiatan tersebut menjadi wujud konkret kontribusi UNAIR dalam mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan.

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rohmawati