Universitas Airlangga Official Website

Adu Wawasan Berbuah Prestasi! Mahasiswa FIB Sabet Juara 2 Lomba Photo Caption HABATAKE

Shaviera Ifani F. raih juara dua di kompetisi Photo Caption HABATAKE 2026 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sabtu (7/2/2026), enam mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) berani unjuk gigi dalam ajang kompetisi mahasiswa regional Jawa Timur HABATAKE 2026. Kompetisi tersebut digelar Konsulat Jenderal Jepang Surabaya di SMAN 5 Malang. Penyelenggaraan kompetisi HABATAKE tingkat mahasiswa kali ini berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan dalam bentuk lomba mengarang bahasa Jepang.

Kompetisi tahun ini hadir dalam format baru, yakni lomba photo caption. Menariknya, photo caption tersebut tidak terlaksana dengan cara mengunggah foto lalu memberikan deskripsi singkat di sosial media. Namun mahasiswa diberikan foto acak yang harus mereka jelaskan di atas panggung secara langsung dalam bahasa Jepang dengan waktu kurang lebih dua menit setelah foto tersebut tampil. Tema dari foto antara lain adalah wawasan tentang Jepang berupa makanan, teknologi, olah raga, budaya, tempat wisata, politik, warna khas, hingga budou (seni bela diri Jepang).

 Melawan mahasiswa dengan tingkat yang lebih tinggi dari dirinya, membuat Shaviera bertekad kuat untuk berlatih dengan keras. Ia yang masih berada di tingkat satu di prodi dan belum memiliki sertifikat Japanese Language Proficiency Test (JLPT), tidak merasa minder. Bahkan selalu berjuang keras dalam berlatih supaya mampu menjelaskan materi foto yang diberikan.

“Jujur kaget dan gugup setelah membaca teknis lomba yang menantang. Untuk persiapan, para Sensei mengadakan sesi belajar dan latihan bersama selama kurang lebih satu bulan. Kami membahas tema-tema yang kemungkinan akan keluar saat lomba. Melalui latihan tersebut, banyak pengetahuan baru tentang Jepang. Selain itu, latihan ini juga sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Jepang saya. Terutama dalam berbicara spontan, yang sebelumnya jarang saya latih dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Shaviera.

Keenam mahasiswa yang mengikuti kompetisi kali ini adalah Siti Nadhyatul H., Revita Ahya, Electra Asiloningtyas G., Daniel Ferdinand F., Raphael Davis L., dan Shaviera Ifani F. Latihan kompetisi dimulai sejak awal Januari 2026 secara intensif dengan dibimbing oleh para dosen, sekaligus melibatkan penutur asli Jepang. Banyak dari peserta yang merasa kesulitan karena keterbatasan informasi dan minimnya pengalaman mengunjungi negeri Sakura. Namun, berkat kerja keras mereka dan bimbingan dari Sensei-gata, para mahasiswa mulai memanfaatkan alat elektronik mereka untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Jepang di internet. Hasilnya, mahasiswa mampu menunjukkan perkembangan kemampuan mereka di tiap minggunya.

“Untuk teman-teman yang ingin atau berencana mengikuti lomba, yang paling penting adalah memperbanyak latihan dan harus disiplin latihan mandiri. Selain itu, jangan lupa untuk selalu berdoa dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Kita cukup fokus pada usaha dan persiapan terbaik yang bisa kita lakukan. Soal hasil, biarkan itu menjadi bonus dari kerja keras kita,” pesan Shaviera.

Upaya dan dedikasi Prodi Bahasa dan Sastra Jepang, FIB, UNAIR dalam memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa dalam berbagai kompetisi akademik sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDGs) poin ke-4, quality education.

Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu, M.Hum.