Universitas Airlangga Official Website

Pelepasan Uteroplasenta pada Ultrasonografi Transvaginal Berhubungan dengan Perdarahan Antepartum yang Signifikan Sehingga Memerlukan Persalinan Lebih Awal Pada Kasus Placenta Accreta Spectrum Berisiko Tinggi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Placenta accreta spectrum yang disertai plasenta previa merupakan kondisi dengan risiko klinis yang signifikan dan berpotensi berkontribusi terhadap angka kematian maternal hingga 7%, bahkan dapat mencapai 14% di rumah sakit dengan keterbatasan sumber daya. Pada kasus placenta accreta spectrum yang telah dicurigai secara antenatal, penyebab utama luaran maternal yang buruk meliputi cedera bedah iatrogenik yang sering kali ditentukan oleh lokasi lesi invasi plasenta, keterlibatan struktur viseral di sekitarnya, serta perdarahan antepartum yang bermakna sehingga memerlukan tindakan operasi sesar lebih dini, yang dilaporkan terjadi pada sekitar 35% kasus.

Sebagian ahli berpendapat bahwa kasus placenta accreta spectrum memiliki kecenderungan perdarahan yang lebih rendah dibandingkan plasenta previa tanpa invasi. Meskipun pandangan ini tampak masuk akal secara biologis, terutama pada kasus dengan keterlibatan serviks, perdarahan antepartum pada placenta accreta spectrum sering kali dihadapkan pada tantangan bedah yang besar. Dalam kondisi tersebut, penatalaksanaan pembedahan menjadi perlombaan melawan waktu dan menuntut ketepatan teknis tinggi untuk memastikan ligasi neovaskularisasi yang adekuat serta penanganan fibrosis yang melibatkan struktur viseral sekitar, sembari meminimalkan kehilangan darah.

Dua studi basis data multinasional besar yang dilakukan oleh International Society of Placenta Accreta Spectrum menunjukkan bahwa perdarahan antepartum ringan merupakan faktor risiko tunggal terkuat terhadap progresi menjadi perdarahan berat yang memerlukan persalinan emergensi. Menariknya, pada kedua studi tersebut, sebagian besar wanita yang mengalami perdarahan antepartum ringan tetap dapat melanjutkan ke operasi sesar elektif terencana pada usia kehamilan aterm. Hal ini menimbulkan dilema klinis terkait penentuan waktu persalinan pada pasien dengan riwayat perdarahan antepartum ringan atau spotting, sehingga banyak pusat layanan di seluruh dunia memilih pendekatan manajemen ekspektatif dengan perawatan inap yang berkepanjangan.

Kemampuan ultrasonografi dalam memprediksi kebutuhan operasi sesar emergensi masih menunjukkan hasil yang bervariasi dalam berbagai penelitian terbaru, yang kemungkinan dipengaruhi oleh desain penelitian yang sebagian besar bersifat retrospektif serta heterogenitas indikasi operasi sesar emergensi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami secara prospektif mengevaluasi sekelompok wanita dengan plasenta previa yang memiliki risiko tinggi placenta accreta spectrum menggunakan protokol ultrasonografi komprehensif, untuk menilai hubungannya dengan perdarahan antepartum bermakna yang memerlukan operasi sesar dini.

Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://www.ajog.org/article/S0002-9378(25)00726-4/fulltext