Universitas Airlangga Official Website

Nutraseutikal Laut sebagai Sumber Aktivator SIRT1 dan NRF2 untuk Diabetes dan Gangguan Metabolik Terkait Penuaan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Senyawa bioaktif laut merupakan sumber terapeutik yang sangat menjanjikan untuk pengelolaan diabetes dan gangguan metabolik terkait penuaan melalui modulasi simultan jalur SIRT1 dan NRF2. Aktivasi SIRT1 berperan penting dalam perbaikan homeostasis glukosa dan lipid, peningkatan sensitivitas insulin, fungsi mitokondria, serta penundaan senesens seluler, sementara NRF2 menjadi pengendali utama pertahanan antioksidan dan proteksi terhadap stres oksidatif yang mendasari disfungsi metabolik kronik. Bukti praklinis menunjukkan bahwa metabolit laut seperti fukosantin, bromofenol, napiradiomisin, dan steroid karang memiliki struktur kimia unik yang memungkinkan efek multitarget dan sinergistik, sering kali melampaui senyawa alami terestrial. Crosstalk fungsional antara SIRT1 dan NRF2 memperkuat efek sitoprotektif dan metabolik, menjadikan aktivator ganda sebagai strategi rasional untuk penyakit multifaktorial. Meskipun potensi farmakologinya kuat, translasi klinis masih dibatasi oleh isu bioavailabilitas, keamanan jangka panjang, dan keberlanjutan produksi. Oleh karena itu, pengembangan formulasi inovatif, pendekatan bioteknologi berkelanjutan, serta uji klinis terkontrol menjadi langkah krusial untuk mengoptimalkan pemanfaatan senyawa bioaktif laut sebagai kandidat terapi masa depan bagi diabetes dan gangguan metabolik terkait penuaan.

Penulis

Dr. Jongky Hendro Prajitno, dr., Sp.PD, K-EMD, FINASIM

Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://doi.org/10.1186/s13098-025-01981-5

Marine nutraceuticals as a source of SIRT1 and NRF2 activators for diabetes and aging-related metabolic disorders

Edwin Hadinata, Dante Saksono Harbuwono, Sidartawan Soegondo, Jongky Hendro Prajitno, Sony Wibisono Mudjanarko, Nurpudji Astuti Taslim, Enggar Yusrina Hasyyati, Andri Frediansyah, Reggie Surya, Maulana Bagus Adi Cahyono, Antonello Santini, Raymond Rubianto Tjandrawinata, Raffaele Romano, Lucia De Luca & Fahrul Nurkolis