Universitas Airlangga Official Website

Risiko Neuropati Perifer Diabetes Lebih Tinggi pada Pasien di Perdesaan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Komplikasi diabetes melitus tipe 2 masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan. Salah satu komplikasi yang sering luput disadari adalah neuropati perifer diabetik, gangguan saraf tepi yang menyebabkan mati rasa, nyeri, hingga penurunan fungsi kaki. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengungkapkan bahwa pasien diabetes yang tinggal di wilayah perdesaan memiliki risiko neuropati perifer yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.

Studi yang dipublikasikan dalam Nurse Media Journal of Nursing edisi Agustus 2025 ini membandingkan kondisi pasien diabetes tipe 2 di wilayah urban Surabaya dan wilayah rural Lamongan, Jawa Timur. Penelitian melibatkan 156 pasien diabetes dan menggunakan berbagai metode skrining sederhana namun komprehensif untuk menilai kondisi saraf dan pembuluh darah kaki. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien diabetes di wilayah perdesaan lebih banyak mengalami gangguan saraf, keluhan kaki, serta masalah aliran darah yang berhubungan erat dengan neuropati.

Data penelitian menunjukkan bahwa hampir tujuh dari sepuluh pasien diabetes di perdesaan mengalami gejala neuropati, seperti kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada kaki. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pasien di wilayah perkotaan. Selain itu, gangguan pembuluh darah perifer yang diukur melalui Ankle-Brachial Index (ABI) juga lebih sering ditemukan pada pasien desa. Bahkan, gangguan ABI tercatat sebagai faktor risiko terkuat, di mana pasien dengan masalah aliran darah ke tungkai memiliki risiko hingga 17 kali lebih besar mengalami neuropati perifer.

Peneliti menilai tingginya risiko ini tidak hanya disebabkan oleh faktor medis, tetapi juga oleh kondisi sosial dan lingkungan. Pasien diabetes di wilayah perdesaan umumnya memiliki tingkat pendidikan lebih rendah, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, serta minimnya skrining rutin terhadap komplikasi diabetes. Banyak pasien tidak menyadari bahwa keluhan ringan pada kaki merupakan tanda awal kerusakan saraf, sehingga datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi sudah memburuk.

Menariknya, meskipun pasien perkotaan memiliki akses layanan kesehatan yang lebih baik, penelitian ini juga menemukan bahwa mereka cenderung memiliki kadar gula darah puasa yang lebih tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan gaya hidup sedentari, aktivitas fisik yang kurang, serta pola makan yang kurang sehat. Namun demikian, secara keseluruhan, kombinasi antara gangguan pembuluh darah, rendahnya aktivitas fisik, dan keterbatasan edukasi kesehatan membuat pasien diabetes di perdesaan berada pada posisi yang lebih rentan terhadap komplikasi neuropati.

Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini neuropati perifer, khususnya di layanan kesehatan primer seperti puskesmas. Pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan oleh perawat, seperti wawancara gejala neuropati, pemeriksaan refleks kaki, dan pengukuran ABI, dinilai efektif untuk mengenali risiko sejak awal. Edukasi tentang perawatan kaki, aktivitas fisik teratur, serta pengendalian gula darah juga menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Penelitian ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Airlangga dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia, terutama di wilayah perdesaan, hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan program pencegahan komplikasi diabetes yang lebih merata dan berbasis kebutuhan lokal. Deteksi dini dan edukasi yang tepat bukan hanya dapat mencegah amputasi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup jutaan penyandang diabetes di Indonesia.

Penulis: Arina Qona’ah, Ika Nur Pratiwi, Zulfayandi Pawanis, Laura Navika Yamani, Eskarani Tri Pratiwi, Nursalam Nursalam, Vimala Ramoo

Nama lengkap: Dr. Ika Nur Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Kep.

NIP: 198711022015042003

No. HP: 08179610106

Judul Artikel: The Risk of Diabetic Peripheral Neuropathies among Diabetic Patients Living in Urban and Rural Areas

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/medianers/article/view/56936/29652

Qona’ah, A., Pratiwi, I. N., Pawanis, Z., Yamani, L. N., Pratiwi, E. T., Nursalam, N., & Ramoo, V. (2025). The Risk of Diabetic Peripheral Neuropathy among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Urban and Rural Areas. Nurse Media Journal of Nursing, 15(2), 239-252. https://doi.org/10.14710/nmjn.v15i2.56936