Universitas Airlangga Official Website

HELLP Syndrome: Komplikasi Kehamilan yang Diam-diam Mematikan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kehamilan sering dipandang sebagai masa yang membahagiakan. Namun, di balik itu, ada komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi bila tidak dikenali sejak dini. Salah satunya adalah HELLP syndrome, komplikasi berat kehamilan yang masih kurang dikenal masyarakat.

HELLP syndrome merupakan kondisi yang berhubungan erat dengan preeklampsia, yaitu tekanan darah tinggi dalam kehamilan. Meski relatif jarang, dampaknya sangat besar. Sebuah penelitian multisenter nasional yang melibatkan peneliti dari universitas Airlangga dan puluhan rumah sakit rujukan di Indonesia, dipublikasikan di jurnal internasional BMC Pregnancy and Childbirth menunjukkan bahwa HELLP syndrome secara signifikan meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi.

Apa Itu HELLP Syndrome?

HELLP adalah singkatan dari:

  • Hemolysis (rusaknya sel darah merah),
  • Elevated Liver Enzymes (gangguan fungsi hati),
  • Low Platelet (jumlah trombosit rendah).

Kondisi ini biasanya muncul pada ibu hamil dengan preeklampsia, tetapi dalam beberapa kasus dapat muncul tanpa gejala tekanan darah yang sangat tinggi, sehingga sering terlambat dikenali. HELLP syndrome dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kegagalan organ, perdarahan hebat, hingga kematian bila tidak segera ditangani.

Bukan Masalah Kecil: Data dari Indonesia

Penelitian ini menganalisis lebih dari 1.800 ibu hamil dengan preeklampsia yang dirawat di 30 rumah sakit rujukan di Indonesia. Hasilnya, sekitar 1 dari 8 ibu dengan preeklampsia mengalami HELLP syndrome. Angka ini menunjukkan bahwa HELLP syndrome bukan kondisi langka, terutama di rumah sakit rujukan yang menangani kehamilan risiko tinggi. Lebih mengkhawatirkan lagi, ibu hamil dengan HELLP syndrome memiliki risiko komplikasi berat jauh lebih tinggi dibandingkan preeklampsia tanpa HELLP.

Ibu hamil dengan HELLP syndrome berisiko mengalami:

  • Kejang kehamilan (eklamsia),
  • Gagal ginjal akut,
  • Gangguan pernapasan akibat cairan di paru,
  • Perdarahan hebat,
  • Stroke,
  • Perawatan intensif di ICU.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa risiko kematian ibu meningkat lebih dari tiga kali lipat pada kasus preeklampsia yang disertai HELLP syndrome. Hal ini menjadikan HELLP syndrome sebagai salah satu kondisi berbahaya dalam dunia kebidanan.

Bayi Juga Terancam

Risiko tidak hanya dialami ibu. Bayi yang dikandung juga menghadapi ancaman serius. Kehamilan dengan HELLP syndrome lebih sering berakhir dengan: persalinan prematur, berat badan lahir rendah, bayi harus dirawat di ruang perawatan intensif (NICU), infeksi berat pada bayi baru lahir, bahkan kematian bayi atau janin meninggal dalam kandungan. Dalam penelitian tersebut, risiko kematian bayi hampir dua kali lebih tinggi pada ibu dengan HELLP syndrome dibandingkan preeklampsia tanpa HELLP.

Salah satu alasan HELLP syndrome berbahaya adalah karena gejalanya sering tidak khas dan mirip keluhan kehamilan biasa, seperti: nyeri ulu hati, mual dan muntah, lemas, dan sakit kepala. Tanpa pemeriksaan laboratorium, kondisi ini mudah terlewat. Banyak ibu baru datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah berat.

Deteksi Dini Menyelamatkan Nyawa

Kabar baiknya, HELLP syndrome dapat dicegah dan dideteksi lebih dini. Penelitian tersebut menegaskan bahwa banyak kasus HELLP berkaitan dengan preeklampsia yang terlambat dikenali atau tidak tertangani secara optimal. Langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan kehamilan rutin dan teratur,
  • Pengukuran tekanan darah setiap kunjungan,
  • Deteksi faktor risiko preeklampsia sejak awal kehamilan,
  • Pemberian aspirin dosis rendah pada ibu berisiko sesuai anjuran dokter,
  • Rujukan cepat bila muncul tanda bahaya.

Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan?

Ibu hamil perlu segera mencari pertolongan medis bila mengalami: sakit kepala hebat dan menetap, nyeri ulu hati yang berat, pandangan kabur, bengkak mendadak pada wajah dan tangan, dan tekanan darah tinggi. Penanganan cepat tidak hanya menyelamatkan ibu, tetapi juga bayi yang dikandung.

HELLP syndrome mungkin jarang terdengar, tetapi dampaknya sangat nyata. Penelitian multisenter  nasional ini menegaskan bahwa preeklampsia dan HELLP syndrome masih menjadi ancaman serius kesehatan ibu dan bayi di Indonesia.

Pencegahan, deteksi dini, dan sistem rujukan yang cepat adalah kunci untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kehamilan aman bukan hanya soal melahirkan, tetapi memastikan ibu dan bayi keduanya selamat.

Penulis: Ernawati, M. I. Aldika Akbar, Tim riset Preeklampsia HKFM Indonesia

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41430585/