Universitas Airlangga Official Website

Persiapkan Delegasi Tangguh, School of Mawapres Bekali Mahasiswa Kompetensi HEBAT

Penyampaian materi Capaian Unggulan (CU) oleh Edith Frederika Puruhito, S.KM., MSc (MedSci) (Foto: Dok. pribadi Garuda Sakti)

UNAIR NEWS – School of Mawapres (SOM) kembali hadir sebagai wadah pengembangan bagi 60 delegasi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) dari 16 fakultas di Universitas Airlangga. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan bekerja sama dengan UKM Garuda Sakti pada Sabtu (7/3/2026) bertempat di ruang GC-4.08 dan GC-4.10, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi para delegasi agar siap berkompetisi sekaligus menjadi representasi mahasiswa HEBAT di tingkat universitas maupun nasional. 

Dalam pemaparannya, Edith Frederika Puruhito, S.KM., MSc (MedSci) menjelaskan bahwa CU menjadi komponen vital karena menunjukkan rekam jejak kontribusi mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa latar belakang studi bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat universitas.

“Semuanya memiliki potensi dan peluang yang sama, entah itu dari fakultas apa, jurusan apa, atau semester berapa. Semuanya memiliki hak yang sama untuk mewakili Universitas Airlangga. Asalkan memiliki poin unggul pada capaian unggulan, gagasan kreatif, dan bahasa Inggris,” ujar Edith.

Sejalan dengan hal tersebut, materi Gagasan Kreatif (ditujukan untuk jenjang sarjana) dan Produk Inovatif (ditujukan untuk mahasiswa diploma) disampaikan oleh Catur Dian Setiawan, S.Farm., M.Kes., Apt. dan Faisal Fikri, drh., M.Vet. Beliau memaparkan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan permasalahan di masyarakat melalui nalar kritis.

“Tentukan target prestatif yang terekognisi. Asah kemampuan nalar kritis kreatif, serta tingkatkan kemampuan berkomunikasi sehingga Anda dapat menyebarkan budaya prestasi ke lingkungan sekitar,” pesan Catur kepada para peserta.

Membangun Integritas Karakter
Penyampaian materi Kemampuan Bahasa Inggris oleh Yuni Sari Amalia, S.S., M.A., Ph.D. (Foto: Dok. Garuda Sakti)

Pada sesi terakhir, Yuni Sari Amalia, S.S., M.A., Ph.D. memberikan pembekalan Komunikasi Bahasa Inggris. Materi ini sangat krusial mengingat peran Mawapres sebagai representasi universitas di kancah global. Namun, Miss Yuni menekankan bahwa kendala bahasa tidak boleh mematikan keberanian mahasiswa untuk berpendapat.

“Jangan merasa khawatir, takut salah dan acakadul jika belum fasih berbahasa Inggris, yang terpenting adalah memiliki komitmen dan semangat untuk terus belajar, serta keberanian untuk melakukan evaluasi diri,” ungkap Miss Yuni. Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai alat perjuangan gagasan, di mana proses belajar yang berkelanjutan lebih utama daripada kesempurnaan instan.

Penulis: Ahmad Syaifiqul Mustaqim