Selama ini, perhatian dalam pengobatan kanker sering lebih difokuskan pada keberhasilan terapi dalam mengendalikan tumor, sementara aspek kesejahteraan mental dan kualitas hidup pasien belum selalu mendapatkan perhatian yang cukup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kualitas hidup pasien kanker payudara berubah sebelum dan setelah menjalani pengobatan, serta aspek psikososial apa saja yang paling membutuhkan dukungan tambahan. Penelitian ini melibatkan 106 perempuan dengan kanker payudara yang sedang menjalani terapi obat, seperti kemoterapi, terapi hormon, atau terapi target. Para pasien diminta mengisi kuesioner khusus yang menilai berbagai aspek kualitas hidup, termasuk kondisi fisik, emosi, fungsi sosial, gejala yang dirasakan, serta masalah khusus yang sering dialami pasien kanker payudara. Penilaian dilakukan sebelum terapi dimulai dan setelah pasien menjalani satu siklus pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menjalani terapi, banyak pasien mengalami penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Fungsi fisik, kemampuan menjalankan peran sehari-hari, dan aktivitas sosial cenderung menurun. Selain itu, beberapa gejala seperti kelelahan, mual, nyeri, serta penurunan nafsu makan meningkat secara signifikan. Efek samping sistemik dari pengobatan juga menjadi lebih sering dirasakan oleh pasien. Menariknya, kondisi emosional pasien justru sedikit membaik setelah terapi dimulai. Hal ini kemungkinan karena pasien merasa lebih optimis ketika sudah mulai menjalani pengobatan. Namun, beberapa masalah psikososial tetap menjadi perhatian penting. Fungsi seksual dan kepuasan dalam hubungan intim menurun, dan banyak pasien merasa terganggu secara emosional oleh kerontokan rambut akibat kemoterapi. Penelitian ini juga menemukan bahwa pasien yang lebih muda cenderung mengalami stres yang lebih besar terkait kerontokan rambut dibandingkan pasien yang lebih tua. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan kanker payudara membawa beban fisik dan psikologis yang cukup besar bagi pasien. Oleh karena itu, penanganan kanker sebaiknya tidak hanya berfokus pada terapi medis, tetapi juga melibatkan dukungan psikologis, konseling, serta layanan pendukung lainnya. Pendekatan yang lebih menyeluruh ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan kanker.
Penulis:
dr. Henry Sutanto
Prof. Dr. Ami Ashariati, dr., Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Merlyna Savitri, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Een Hendarsih, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://doi.org/10.1002/pon.70393
Beyond Physical Toxicities: Identifying Psychosocial Domains Requiring Integrated Support in Breast Cancer Pharmacotherapy
Henry Sutanto, Ami Ashariati, Merlyna Savitri & Een Hendarsih





