Universitas Airlangga Official Website

Asah Soft Skill, Begini Strategi Tembus PIMNAS Lewat PKM dan PPK ORMAWA

Nindi Amalia Selaku Pemateri ke-2 Menyampaikan Dalam Mentoring Connect: Nalarion 2026. (Foto: Istimewa)
Nindi Amalia Selaku Pemateri ke-2 Menyampaikan Dalam Mentoring Connect: Nalarion 2026. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Semangat inovasi mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali dipacu guna membidik prestasi di kancah nasional. Melalui kegiatan Mentoring Connect: Nalarion 2026 yang berlangsung di Ruang 2.08 Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C UNAIR pada Sabtu (9/5/2026), para mentor membedah tuntas strategi menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). 

Hadir sebagai narasumber, Siti Nur Aini, mahasiswa berprestasi bidang PKM yang membagikan tips lolos administrasi. Selain itu juga hadir Nindi Amalia yang memaparkan peluang pengembangan diri melalui skema pengabdian masyarakat dalam PPK Ormawa. 

Dalam paparannya, Aini menekankan bahwa PIMNAS adalah puncak akhir yang harus diperjuangkan secara matang sejak tahap penyusunan proposal. Ia menekankan mahasiswa untuk peka terhadap tren topik dalam satu tahun terakhir agar riset tetap relevan. 

“Topik terkait Sustainable Development Goals (SDGs) masih sangat relevan hingga saat ini. Selain itu, sangat disarankan untuk riset kembali judul-judul pemenang PIMNAS tahun sebelumnya untuk dikembangkan lebih jauh,” ujar Siti Nur Aini.

Selain konten, Siti Nur Aini juga menggarisbawahi aspek teknis yang sering menjadi sandungan administratif, seperti kewajiban uji similaritas (Turnitin) dengan ambang batas maksimal 25 persen. Ia juga mengingatkan agar judul tidak melebihi 19 kata dan pemilihan skema PKM harus tepat sasaran. 

“Usahakan fokus pada satu skema agar skala prioritas tidak terpecah. Carilah rekan tim yang satu frekuensi dan lakukan kolaborasi lintas prodi untuk memperkaya sudut pandang,” tambahnya.

Sementara itu, Nindi Amalia menjelaskan bahwa PPK Ormawa memiliki karakteristik pengabdian yang kuat dan melibatkan kolaborasi antar organisasi mahasiswa. Partisipasi dalam ajang ini memberikan manfaat luar biasa bagi pengembangan diri mahasiswa di luar aspek akademik, meskipun terkadang harus menghadapi tantangan lapangan seperti lokasi yang sulit dijangkau.

“Ikut kompetisi seperti ini bukan sekadar mengejar konversi SKS, tapi wadah melatih soft skill, terutama public speaking dan  kekuatan mental. Kita belajar mengelola waktu dan bekerja sama dalam tim yang memiliki visi yang sama,” tutur Nindi Amalia.

Sebagai penutup, ditekankan bahwa keberhasilan dalam PKM maupun PPK Ormawa sangat bergantung pada sinergi tim yang solid dan kedisiplinan dalam pembagian waktu. Melalui persiapan yang matang dan pemilihan rekan tim yang tepat, mahasiswa diharapkan tidak hanya melahirkan proposal yang kompetitif di level nasional, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat. 

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia