Mikrosfer sebagai sistem penghantaran obat melalui rute inhalasi telah menjadi pendekatan alternatif yang menjanjikan dalam terapi penyakit paru-paru, terutama tuberkulosis, sebagai model obat yang dimuat dalam sistem yaitu Siprofloksasin HCl. Deposisi paru-paru merupakan faktor penting dalam penghantaran obat paru-paru.
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik dan deposisi paru-paru secara in vivo dari mikrosfer alginat-karagenan yang mengandung siprofloksasin HCl. Sistem penghantaran ini diproduksi menggunakan kombinasi konsentrasi polimer kombinasi alginat-karagenan dengan jumlah total polimer 0,9% (rasio 1:1) dan 1,5 M CaCl2 sebagai penyambung silang dengan metode gelasi ionik dengan teknik aerosolisasi. Mikrosfer dikarakterisasi berdasarkan morfologi, kadar air, hasil rendemen, ukuran partikel, pemuatan obat, dan efisiensi enkapsulasi. Uji deposisi paru-paru dilakukan menggunakan alat simulasi pembawa serbuk inhaler kering dengan cara diinhalasikan ke tikus.
Hasil riset menunjukkan bahwa mikrosfer memiliki bentuk morfologi bulat dan halus dengan ukuran 2,42 µm ± 0,29, dan hasil rendemen 96,16% ± 0,69. Efisiensi penjebakan dan pemuatan obat masing-masing adalah 4,60% ± 0,09 dan 80,14% ± 1,81, dengan kadar air 2,74% ± 0,11. Analisis in vivo menunjukkan bahwa mikrosfer terdeposisi di paru-paru tikus dalam satu jam pertama, dengan intensitas deposisi meningkat pada jam keempat. Peningkatan intensitas menunjukkan bahwa mikrosfer alginat-karagenan mampu mempertahankan obat di paru-paru. Studi ini menyimpulkan bahwa mikrosfer inhalasi alginat-karagenan ini merupakan kandidat potensial untuk penghantaran obat ke paru-paru.
Penulis : Dewi Melani Hariyadi
Informasi detail riset kami dapat diakses pada:
https://tjnpr.org/index.php/home/article/view/8505/7470
Karakteristik dan Deposisi Paru-paru dari Mikrosfer Alginat-Karagenan (1:1) yang Mengandung Siprofloksasin HCl
Amiruddin, Mahardian Rahmadi, Dewi Melani Hariyadi
Trop J Nat Prod Res, March 2026; 10(3): 7750 – 7755
ISSN : 2616-0684





