Universitas Airlangga Official Website

Workshop Nugget Lele COMDEV FKM Topang Misi SDGs

Praktik Pembuatan Nugget Lele Bersama Warga (Foto: Tim COMDEV)

UNAIR NEWS – Pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Balai RW 10, tim Community Development (Comdev) 2026 menggelar Workshop 3 bertajuk pengolahan ikan lele menjadi nugget. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.30 WIB ini diikuti oleh warga binaan dari RW 10 Tanah Kali Kedinding, Kenjeran. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan panitia.

Dalam sambutannya, Faiz Fadhila Widy Putra selaku wakil ketua COMDEV 2026 menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menjelaskan bahwa lele dipilih sebagai bahan utama karena merupakan sumber pangan yang mudah ditemukan dan banyak dibudidayakan masyarakat, bahkan tidak sedikit warga yang memiliki kolam lele sendiri di rumah. Sayangnya, pengolahan lele selama ini masih monoton, sebatas digoreng atau dibakar, padahal kandungan proteinnya tinggi serta kaya vitamin dan mineral yang baik bagi pertumbuhan tubuh.

Foto Bersama Warga dan Panitia COMDEV 2026 pada Workshop 3 (Foto: Tim COMDEV)

“Melalui kegiatan hari ini, kami ingin memperkenalkan salah satu bentuk inovasi pengolahan lele, yaitu menjadi nugget lele,” ujar Faiz. Ia berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan warga bahwa lele tak hanya bisa dikonsumsi secara langsung tetapi juga diolah menjadi produk yang lebih variatif dan bernilai tambah, sekaligus berpotensi menjadi peluang usaha rumahan yang meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya.

Materi inti disampaikan oleh Ibu Asri Meidyah Agustin A.Md.Gz. yang memaparkan keunggulan gizi ikan lele selama 30 menit. Ia menjelaskan bahwa lele merupakan sumber protein hewani yang terjangkau, berperan dalam pertumbuhan otot dan perbaikan sel tubuh, serta mengandung omega 3 dan 6 yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Selain itu, lele juga kaya vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalium yang berperan dalam sistem saraf, kekuatan tulang, serta pengontrolan tekanan darah. Tidak hanya daging, bagian duri dan tulang lele pun dapat dimanfaatkan menjadi tepung tulang atau kerupuk duri karena kandungan kalsiumnya.

Usai pemaparan, Ibu Asri dan 1 orang warga langsung mempraktikkan pembuatan nugget lele selama 90 menit. Prosesnya meliputi fillet daging, penghalusan bumbu dan sayuran dengan chopper, pengukusan, pelapisan tepung panir, hingga penggorengan nugget. Setelah selesai, warga mencicipi nugget yang telah diolah. Dari 250 gram daging lele, dihasilkan 250 gram nugget dengan biaya produksi sekitar Rp50.000 yang mengandung energi 405 kkal, protein 62,5 gram, lemak 50,5 gram, karbohidrat 77 gram, omega 3 sebanyak 10 gram, fosfor 895 mg, dan vitamin B12 sebesar 7 mg. Ibu Asri juga membagikan tips penyimpanan, yakni menyimpan nugget dalam freezer bersuhu -18°C menggunakan kemasan kedap udara agar tahan lama dan tidak mengalami freezer burn.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri, pengisian kuesioner, serta sesi foto bersama. Melalui workshop ini, COMDEV 2026 turut mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-Being) lewat edukasi pangan bergizi, sekaligus diversifikasi olahan lokal yang terjangkau dan bernilai ekonomi bagi warga.

Penulis: Anisa Nurjanah & Kayla Putri R (Tim COMDEV)