Universitas Airlangga Official Website

Evolusi Virus Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia: Ancaman Lama yang Kembali Muncul

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Setelah lebih dari 30 tahun dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Indonesia kembali menghadapi wabah besar sejak April 2022. Penelitian terbaru yang dilakukan di Jawa Timur menunjukkan bahwa virus PMK yang beredar berasal dari strain O/ME-SA/Ind-2001e, yaitu varian yang juga banyak ditemukan di negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Sapi yang menunjukkan gejala PMK seperti demam, hipersalivasi, dan luka lepuh pada mulut maupun kaki. Sampel berasal dari beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Gresik, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo selama periode 2023–2025. Dari sampel tersebut, didapatkan hasil urutan materi genetik virus PMK yang kemudian dilakukan analisis kekerabatan

Melalui analisis kekerabatan, memperlihatkan bahwa virus PMK di Indonesia memiliki hubungan genetik yang sangat dekat dengan virus PMK dari Kamboja, Thailand, Myanmar, dan India. Hal ini mengindikasikan kemungkinan penyebaran virus melalui lintas negara, perdagangan ternak atau produk hewan. Tingkat kemiripan genetik antarvirus mencapai lebih dari 99% pada isolat Indonesia dan sekitar 95% dibandingkan strain Asia Tenggara lainnya.

PMK terus berkembang secara genetik dan dapat memunculkan varian baru yang berpotensi mengurangi efektivitas vaksin. Oleh karena itu, surveilans molekuler secara berkelanjutan sangat penting dilakukan untuk memantau perubahan virus, memahami pola penyebaran, serta memastikan vaksin yang digunakan tetap sesuai dengan strain yang beredar di lapangan.

Penulis; Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh

Link: https://doi.org/10.1155/vmi/6526830