Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Profil Demografi dan Klinis Pasien Artritis Idiopatik Juvenil di Rumah Sakit Rujukan Tersier di Indonesia (2021–2023) Anak Dengan Artritis Idiopatik Juvenil

37 Views•3 minutes read

Artritis Idiopatik Juvenil (AIJ) adalah penyakit rematik autoimun kronis yang umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 16 tahun, ditandai dengan peradangan sendi kronis setidaknya selama enam minggu, tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi, dan semua semua penyebab artritis lainnya telah dieliminasi. International League of Associations for Rheumatology (ILAR) mengklasifikasikan AIJ menjadi tujuh subtipe: oligoartritis, artritis sistemik, poliartritis reumatoid positif/negatif, artritis terkait entesitis, artritis psoriatik, dan artritis yang tidak terdefinisi.

Penyakit ini mempengaruhi sekitar 1 dari 1.000 anak, dan subtipe oligoartikular adalah yang paling umum (50% hingga 60%). Di Amerika Serikat dan Kanada, kejadian JIA adalah 0,041 hingga 0,061 per 1.000 anak. Di Indonesia, data masih terbatas, tetapi sebuah penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencatat 71 kasus JIA (35,9%) dari total 198 pasien artritis selama periode enam tahun (2001–2006), dengan oligoartritis persisten sebagai tipe yang paling umum.

Hingga saat ini, belum ada tes laboratorium spesifik untuk memastikan diagnosis JIA. Gejala klinis yang muncul pada pasien JIA sangat bervariasi, dan tidak semua manifestasi artritis menunjukkan diagnosis JIA. Hal ini menyebabkan minimnya penegakan diagnosis JIA pada anak, sehingga mengakibatkan keterlambatan pengobatan, dimana menimbulkan konsekuensi serius, termasuk kecacatan jangka pendek hingga jangka panjang, sehingga mempengaruhi kualitas hidup

Pengetahuan tentang JIA masih terbatas di Indonesia, sebagian karena terbatasnya jumlah penelitian yang menelitinya. Studi ini bertujuan untuk menentukan karakteristik demografi dan klinis pasien JIA di rumah sakit rujukan tersier di Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi para dokter dan menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya

Metode dan Hasil

Dilakukan studi retrospektif deskriptif dengan melakukan evaluasi pada rekam medis pasien yang memenuhi kriteria diagnostik JIA berdasarkan klasifikasi International League of Associations for Rheumatology (ILAR). Berbagai pemeriksaan laboratorium maupun radiologi juga dilakukan evaluasi berdasarkan rekam medik. Semua ini dimasukkan dalam lembar pengumpulan data yang telah disusun sedemikian rupa dengan persetujuan etik rumah sakit

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini, yaitu dari 73 pasien JIA, sebagian besar adalah laki-laki (60,3%) dan termasuk dalam kelompok usia >132–216 bulan (32,9%). Sebagian besar pasien berdomisili di Surabaya (35,6%). Keluhan utama yang paling umum adalah nyeri sendi (71,2%), dan 58,9% mengalami keterlibatan sendi yang melibatkan <5 sendi, menunjukkan subtipe oligoartritis. Sebagian besar tanda vital pasien berada dalam batas normal, sedangkan anemia (58,9%) dan peningkatan laju sedimentasi eritrosit (ESR) (80,8%) merupakan temuan laboratorium yang dominan.

Penulis : Azwin Mengindra Putera, dr, SpA(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

DOI: 10.20473/joints.v15i1.2026.17-27

Callista Nadhifa Parama Satwika, Azwin Mengindra Putera, Deasy Fetarayani, Taufiq Hidayat (2026). Demographic and Clinical Profile of Juvenile Idiopathic Arthritis Patients in a Tertiary Referral Hospital in Indonesia (2021–2023). JOINTS (Journal Orthopaedi and Traumatology Surabaya) April 2026; 15(1): 17-27

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top