Universitas Airlangga Official Website

Gapus UNAIR Rajai Monolog PEKSIMIDA JATIM 2026

Gapus UNAIR Raih Juara dalam PEKSIMIDA

FIB NEWS – Gapus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), sukses juarai Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026, yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa (BPSMI) di bawah naungan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMENDIBUDRISTEK) pada tanggal 7—13 Juli 2026. 

Pemilihan tema monolog

Gapus sukses juarai PEKSIM dengan kategori perlombaan monolog, membawakan naskah berjudul “Prodo Imitatio” karya Arthur S. Nalan. Naskah tersebut mengisahkan rektor Universitas Zuzulapan yang terlibat praktik jual beli gelar sarjana hingga mengharuskannya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di jeruji besi.

“Melalui kisah tersebut, naskah ini menyampaikan kritik terhadap dunia pendidikan sekaligus kritik sosial mengenai penyalahgunaan kekuasaan,” ujar Verlina selaku sutradara.

Berangkat dari pengalaman Verlina yang pernah membawakan naskah tersebut dalam PEKSIM internal Universitas Airlangga, membuatnya berpikir bahwa masih banyak aspek yang dapat dikembangkan lagi. Alasan utama bukanlah karena memiliki kedekatan personal dengan karakter, melainkan adanya potensi naskah untuk ditampilkan dengan kualitas lebih baik.

“Karena itu, ketika mengikuti PEKSIMIDA, saya ingin menggarap kembali naskah tersebut dengan pendekatan yang lebih matang, baik dari segi penyutradaraan, konsep artistik, maupun pendalaman karakter,”  jelasnya.

Mengulik naskah monolog

Sebelum melakukan pendalaman naskah, riset harus dilakukan terlebih dahulu mengenai karakter dan latar belakang. Dengan bantuan jurnal serta esai yang selaras dengan tema, serta sekripsis yang Verlina tulis membahas mengenai teori drama, sehingga hal-hal tersebut cukup membantu menganalisis unsur intrinsik naskah.

“Untuk mencari referensi estetika pertunjukan, saya banyak mempelajari karya-karya National Theatre, beberapa teater Eropa, serta pertunjukan Teater Koma. Setelah itu, proses bedah naskah dilakukan secara komunal bersama seluruh tim yang terdiri atas aktor, tim artistik, tata rias dan kostum, lighting, serta penata musik,” jelasnya mengenai tahapan dalam membedah naskah.

Butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk penampilan PEKSIM internal Universitas Airlangga. Setelah lolos, membutuhkan waktu selama dua bulan untuk persiapan menuju PEKSIMIDA Jawa Timur. Tim fokus dalam menyempurnakan aspek pertunjukan, mulai dari penyutradaraan, pendalaman karakter, artistik, hingga detail teknis di atas panggung.

Menyiasati kebutuhan artistik

Verlin selaku sutradara merasa sangat beruntung karena memiliki tim yang dapat bekerja keras dan mempercayai konsep yang ia bangun. Selama menjadi sutradara, ia juga banyak melakukan diskusi bersama Kae selaku asisten sutradara.

“Menurut saya, kekuatan pertunjukan ini bukan hanya ada pada aktor, tetapi juga seluruh tim di balik layar,” ujarnya.

Dalam hal ini, ia membagi beberapa divisi guna mempermudah dalam pembagian tugas, seperti divisi artistik properti yang sukses menghadirkan panggung yang cukup kompleks. Degan membangun jeruji sel berbentuk lebih dari 6 meter sebagai latar pertama pertunjukan, divisi tersebut dipegang oleh Kae dan Uzi.

Divisi tata rias dan kostum yang dipegang oleh Nad, Jua dan Fani membantu menerjemahkan karakter yang diinginkan menjadi tampilan visual yang kuat. Divisi musik yang juga memiliki peran krusial dipegang oleh Jua bersama Bang Igo. Musik bukan hanya menjadi pengiring, melainkan berfungsi membangun ritme, atmosfer, serta emosi.

Lalu, divisi lighting yang dipegang oleh Fani dan Balqis, memiliki peran yang sangat penting. Jika biasanya emosi hanya disampaikan pada setiap adegan, tetapi divisi lighting bekerja menerjemahkan konsep tersebut menjadi desain pencahayaan yang mampu memperkuat makna setiap adegan di atas panggung.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4, yaitu quality education. 

Penulis: Gresyla Yasmin Cahyadewi

Editor: Pudja Safana Dwi Putri