Sejarah

Universitas Airlangga (UNAIR) terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat baik dalam bidang pendidikan, penelitian, kesehatan, pendampingan, dan sebagainya dalam mencapai visi dan misi serta tujuan mulia universitas.

Milestone
REKAM JEJAK PERJALANAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Milestone Universitas Airlangga menggambarkan perjalanan dan pencapaian penting Universitas Airlangga sejak didirikan pada tahun 1954 hingga menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Setiap tonggak sejarah mencerminkan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas kolaborasi internasional untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.

Baca narasi perjalanan dan pencapaian penting Universitas Airlangga berdasarkan tahun.

1851

Dokter Djawa School (Sekolah Dokter Jawa) didirikan di Batavia.

1913
Berdiri Pada 8 Mei 1913, Sekolah Dokter di Surabaya bernama Netherlandsch Indische Artsen School (NIAS) berdiri. Berlokasi di Jalan Kedungdoro 38 Surabaya. NIAS diresmikan pada 1 Juli 1913, sementara pendidikannya dimulai pada 15 Juli 1913.
1920
Lembaga “Dokter Djawa School” direorganisasi menjadi Shool Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA).
1928
School Tot Opleiding van Iindische Tandartsen (STOVIT) Berdiri pada tahun 1928 sebagai sekolah untuk kedokteran gigi.
1945

Pada tahun 1945, berakhirlah kependudukan Jepang, lalu pemerintah RI mengambil alih dan mengganti namanya menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran RI.

1954

Peresmian Universitas Airlangga Berdasarkan peraturan pemerintah No. 57 Tahun 1954 yang berlaku pada tanggal 10 Nopember 1954, dan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Nopember 1954 oleh Presiden Soekarno. Dalam peraturan pemerintah tersebut disebutkan bahwa Universitas Airlangga terdiri atas:
  1. Fakultas Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi di Surabaya
  2. Fakultas Hukum Sosial dan Politik Surabaya
  3. Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Malang
  4. Fakultas Ekonomi di Surabaya
Rektor I (1954 – 1961)
Prof. Mr. Abdoel Gaffar Pringgodigdo menjabat sebagai rektor pertama Universitas Airlangga periode tahun 1954-1961. Ia merupakan seorang sarjana hukum lulusan Rijks Universitet, Leiden, Belanda. Sebelum menjadi rektor, ia sempat menjabat posisi di pemerintahan. Di antaranya jadi menteri kehakiman RI di Jogjakarta.

1961

Fakultas Ekonomi berubah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Rektor II (1961-1965)

Prof. dr. Mohammad Toha Ronodipuro menjabat sebagai rektor pertama Universitas Airlangga periode tahun 1961-1965.

1964

Fakultas Farmasi (FF) berdiri.

1965

Rektor III (1965-1966)
Kolonel CKH. Chasan Doerjat, SH. menjabat sebagai rektor ketiga Universitas Airlangga periode tahun 1965-1966. Berlatar belakang sarjana hukum, ia menjabat saat Republik Indonesia dalam masa peralihan dari orde lama ke orde baru. Ia juga sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Airlangga 1963-2002. 

1966

Rektor IV (1966-1974)
Mayjen. Prof. Dr. Eri Soedewo, dr. menjabat sebagai rektor keempat Universitas Airlangga periode tahun 1966-1974. Ia merupakan seorang spesialis bedah toraks lulusan Universitas Lunda (1959-1960) dan Universitas Uppsala (1963-1964), Swedia. Sebelum menjadi rektor, ia aktif sebagai dokter militer. Mulai di Batalyon Kerawang, Cikampek, Purwakarta, sampai Siliwangi.

1972

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) berdiri.

1974

Rektor V (1974-1975)
Prof. R. Kwari Setjadibrata, dr. Sp. A menjabat sebagai rektor kelima Universitas Airlangga periode tahun 1974-1975. Ia sempat mengikuti tugas belajar ke Harvard Medical Center Boston dan Eisenhower Fellowship, USA, (1954-1955). Sebelum menjadi rektor, ia sempat menjabat sebagai anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) di Jakarta (1968-1971).

1976

Rektor VI (1976-1980)
Prof. Abdul Gani, SH., MS. menjabat sebagai rektor keenam Universitas Airlangga periode tahun 1976-1980. Ia merupakan seorang lulusan Master of Science in Public Administration di University of Colorado, USA, (1963). Selain sebagai akademisi, ia aktif dalam keorganisasian internasional ASEAN Law Assocation (1980) dan anggota Law Asia (1973).

1977

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berdiri.

1980

Rektor VII (1980-1984)
Prof. Dr. dr. Marsetio Donosepoetro menjabat sebagai rektor ketujuh Universitas Airlangga periode tahun 1980-1984. Ia merupakan akademisi lulusan luar negeri. Di antaranya, Pendidikan Hospital Management di Leiden, Belanda; Pendidikan di University Management di OHIO University, USA; Pendidikan Research Management di University Los Panjos, Manila, Filipina; dan Doctor of Science di OHIO University, AS.

1984

Rektor VIII (1984 – 1993)
Prof. Dr. Soedarso Djojonegoro menjabat sebagai rektor kedelapan Universitas Airlangga periode tahun 1980-1984. Ia merupakan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 1961. Ia sempat menjabat sebagai anggota MPR RI (1987-1992).

1993

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) berdiri.

Rektor IX (1993-1997)
Prof. Dr. H. Bambang Rahino S menjabat sebagai rektor kesembilan Universitas Airlangga periode tahun 1993-1997. Ia sempat mengenyam pendidikan di luar negeri di Post Graduate Course in Anatomy, Portland Medical School, Oregon, USA. Selain sebagai akademisi, ia aktif di organisasi Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAJ) 1970 dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 1962.

1997

Rektor X (1997-2001)
Prof. H. Soedarto, ctr., DTM&H.,Ph.D menjabat sebagai rektor kesepuluh Universitas Airlangga periode tahun 1997-2001. Ia sempat mengenyam pendidikan di luar negeri di Mahido University of Bangkok pada 1971. Ia juga aktif anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasit Indonesia (P4I), Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.

1998

Fakultas Sastra berdiri.

2001
Rektor XI (2001-2006) Prof. Dr. Med. H. Puruhito, Sp.B. menjabat sebagai rektor kesebelas Universitas Airlangga periode tahun 2001-2006. Ia melanjutkan pendidikan dokter di banyak negara. Di antaranya, Universität Friedrich-Alexander Erlangen Nürnberg, RF, 1972; Leiden, Netherland, 1978; University Management, Ohio, USA, 1978; Neonatal Cardiac Surgery, Auckland, New Zealand, 1995; dan Harvard University, Cambridge, USA.
2006
Universitas Airlangga meraih status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum Milik Negara (BHMN)
 
Rektor XII (2006-2015) Prof. Dr. H. Fasichul Lisan, Apt . menjabat sebagai rektor keduabelas Universitas Airlangga periode tahun 2006-2015. Ia merupakan seseorang yang aktif dalam organisasi di luar pendidikan. Di antaranya, menjadi ketua SOM ICMI Jawa Timur; Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur (1995-2000); PW Muhammadiyah Jawa Timur (2000); dan Kelompok Pakar Farmasi Indonesia (2004).
2008

Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Fakultas Keperawatan (FKp) sebagai pengembangan dari Program Studi Ilmu Keperawatan pada Fakultas Kedokteran berdiri.
Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) sebagai pengembangan dari Program Studi Budidaya Perikanan pada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) berdiri.

2012

Universitas Airlangga menjadi satu dari tujuh PTN-BH.

2014

Fakultas Vokasi (FV) berdiri. Sebelumnya, seluruh program studi vokasi berada di bawah koordinasi fakultas sesuai bidang.
PDD Universitas Airlangga di Banyuwangi diresmikan.

2015

Rektor XIII (2015- 2025)
Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak. menjabat sebagai Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) selama dua periode, yakni 2015–2020 dan 2020–2025. Di bawah kepemimpinannya, UNAIR memperkuat transformasi kelembagaan, pengembangan akademik, riset dan inovasi, serta jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional. Kepemimpinannya turut mengarahkan UNAIR dalam memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang berkontribusi bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2017

Program Studi di Luar Domisili (PDD) berubah menjadi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga Banyuwangi.

2019

Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin, didirikan pada November 2019 dengan 5 program studi S1, antara lain: Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Teknologi Sains Data, Rekayasa Nanoteknologi

2020

Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin menjadi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).

2021

PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi bertransformasi nama dan pengelolaan menjadi Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga

2023

Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA).

2023

Rektor XIV (2025 – sekarang)
Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin. memimpin UNAIR sebagai kampus entrepreneurial kelas dunia yang berdampak global.
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top