Artikel ini membahas pemanfaatan tanaman sarang semut (Myrmecodia sp.) sebagai fitobiotik alami untuk memperbaiki fungsi organ, metabolisme lipid, dan kualitas daging ayam broiler yang terinfeksi Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus colibacillosis pada ayam broiler yang menyebabkan kerusakan organ, gangguan metabolisme, penurunan kualitas daging, serta meningkatnya risiko resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotic growth promoter (AGP). Dalam konsep One Health, diperlukan alternatif alami yang aman dan berkelanjutan untuk menggantikan penggunaan antibiotik sintetis.
Novelty penelitian ini terletak pada evaluasi komprehensif pengaruh Myrmecodia sp. terhadap biomarker fungsi hati dan ginjal, profil lipid serum, serta profil lipid daging ayam broiler terinfeksi APEC, sekaligus membandingkan efektivitas bentuk ekstrak dan infusa. Penelitian menggunakan 56 ekor ayam broiler jantan yang dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif APEC, AGP zinc bacitracin, ekstrak 15% dan 30%, serta infusa 1% dan 2%. Parameter yang diamati meliputi SGPT, SGOT, BUN, kreatinin, LDL, HDL serum, serta LDL dan HDL daging.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi APEC meningkatkan SGPT, SGOT, BUN, kreatinin, dan LDL, serta menurunkan HDL secara signifikan. Pemberian Myrmecodia sp. mampu memperbaiki seluruh parameter tersebut, dengan perlakuan terbaik ditunjukkan oleh kelompok infusa 1% (P3). Perlakuan ini menghasilkan nilai SGPT terendah sebesar 64,59 U/L, SGOT 40,40 U/L, BUN 6,11 mmol/L, LDL serum 39,65 mg/dL, dan HDL serum 68,26 mg/dL. Selain itu, kelompok P3 juga menunjukkan kualitas lipid daging terbaik dengan LDL daging terendah sebesar 50,01 mg/dL dan HDL daging tinggi sebesar 56,10 mg/dL, mendekati kondisi ayam sehat.
Dibandingkan ekstrak, bentuk infusa menunjukkan efektivitas lebih baik dalam memperbaiki fungsi hati, ginjal, metabolisme lipid, dan kualitas daging. Hal ini diduga karena kandungan senyawa larut air seperti tanin dan saponin pada infusa lebih optimal dalam memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi selama infeksi APEC.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Myrmecodia sp., khususnya dalam bentuk infusa 1%, berpotensi sebagai fitobiotik alami pengganti AGP pada ayam broiler terinfeksi APEC melalui efek hepatoprotektif, renoprotektif, hipolipidemik, serta peningkatan kualitas lipid daging. Penelitian ini mendukung pengembangan bahan herbal lokal Indonesia sebagai alternatif antibiotik yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam sistem produksi peternakan modern berbasis One Health.
Co author: Eka Paramytha Hestianah
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di:
https://veterinaryworld.org/Vol.19/April-2026/20.pdf
laman jurnal: link jurnal https://veterinaryworld.org/Vol.19/April-2026/20.php








