Universitas Airlangga Official Website

Nanokomposit Fe3O4/SiO2/curcumin nanohybrid sebagai agen antifibrotik yang efisien

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Agen antifibrotik merupakan obat yang berfungsi memperlambat atau mencegah pembentukan jaringan fibrosis pada organ tubuh. Agen antifibrotik yang efisien umumnya bekerja dengan cara menghambat akumulasi sel fibrogenik dan pengendapan protein matriks ekstraseluler seperti kolagen. Pemilihan agen antifibrotik sangat bergantung pada organ target, seperti paru-paru, hati, atau jantung, serta didasarkan pada target molekuler spesifik.

            Dalam perkembangannya, agen antifibrotik saat ini dikembangkan melalui rekayasa nanomaterial. Nanomaterial memiliki sifat unggul yang dapat digunakan sebagai agen antifibrotik yang efisien. Salah satu contohnya adalah nanokomposit Fe3O4/SiO2/curcumin. Material ini merupakan gabungan beberapa material dalam ukuran nano yang merupakan nanohibrid inovatif dengan menggabungkan inti magnetik magnetit Fe3O4, pelapis silika SiO2, dan kurkumin sebagai agen antifibrotik yang sangat ampuh. Nanomaterial ini dikembangkan untuk mengatasi kekurangan obat fibrosis konvensional melalui peningkatan efikasi target organ, sifat superparamagnetik, dan pengurangan toksisitas.

Dalam nanokomposit ini, magnetit memberikan sifat superparamagnetik yang memungkinkan komposit dikendalikan dan diarahkan secara magnetis ke lokasi organ yang ditargetkan. Di sisi lain, silika dapat berfungsi sebagai cangkang pelindung yang melindungi inti magnetik, memberikan kestabilan kimia, dan menyediakan tempat perlekatan untuk senyawa kurkumin. Kehadiran nanopartikel magnetit membantu curcumin sebagai obat antifibrotik dapat dihantarkan secara spesifik ke jaringan yang mengalami fibrosis melalui induksi medan magnet eksternal. Senyawa kurkumin yang dimuat dalam matriks silika juga dapat dilepaskan secara terkontrol untuk mengurangi kerusakan sel dan menekan fibrosis.

Pengujian praklinis menunjukkan bahwa nanokomposit Fe3O4/SiO2/curcumin ini efektif dalam menurunkan tingkat kerusakan organ. Selain potensinya sebagai obat fibrosis, nanokomposit Fe3O4/SiO2/curcumin ini juga menunjukkan aktivitas antimikroba yang sangat baik terhadap pertumbuhan bakteri patogen. Pengembangan material ini dapat terus dilakukan dengan menggunakan beberapa strategi rekayasa nanomaterial, seperti doping dan pengecilan ukuran. Diharapkan, dengan adanya pengembangan lebih lanjut, nanokomposit Fe3O4/SiO2/curcumin dapat direalisasikan sebagai obat antifibrotik secara nyata.

Penulis: Tahta Amrillah, Ph.D

Link: https://link.springer.com/article/10.1007/s11696-026-04741-5