UNAIR NEWS – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Airlangga melaksanakan sosialisasi IME Solar Harvest 2.0 kepada masyarakat Desa Makam Agung. Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, sebagai bagian dari penerapan teknologi tepat guna. Tim memperkenalkan teknologi pengering hasil panen berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Internet of Things (IoT). Sosialisasi bertujuan membantu masyarakat memahami pemanfaatan teknologi dalam proses pengeringan hasil pertanian.
Masyarakat Desa Makam Agung menghadapi kendala dalam proses pengeringan hasil panen, terutama saat musim hujan. Keterbatasan lahan juga menyulitkan masyarakat ketika harus mengeringkan hasil panen dalam jumlah besar. Tim kemudian memperkenalkan IME Solar Harvest 2.0 sebagai alternatif pengeringan yang memanfaatkan energi matahari. Teknologi tersebut membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap penjemuran langsung yang sangat bergantung pada cuaca.
Tim menjelaskan cara kerja IME Solar Harvest 2.0 secara langsung kepada masyarakat selama kegiatan sosialisasi. Panel surya menyediakan energi untuk menjalankan sistem pengering, sedangkan kolektor panas memanfaatkan kaleng bekas. Susunan kaleng dalam ruang tertutup beratap kaca membantu meningkatkan panas sebelum udara masuk ruang pengering. Blower kemudian mengalirkan udara panas melalui rak sehingga proses pengeringan berlangsung lebih merata.
Sosialisasi dan Demonstrasi IME Solar Harvest 2.0
Selain menjelaskan sistem utama, tim memperkenalkan teknologi IoT yang mendukung pemantauan proses pengeringan. Sensor membaca suhu dan kelembapan ruang pengering secara real-time selama alat beroperasi. Sistem kemudian mengirimkan data menuju aplikasi Blynk sehingga pengguna dapat memantau kondisi alat dari jarak jauh. Pemantauan tersebut membantu pengguna mengetahui kondisi pengering tanpa harus selalu berada di dekat alat.

Tim juga memberikan demonstrasi pengoperasian IME Solar Harvest 2.0 kepada masyarakat. Peserta dapat mengamati cara kerja sistem serta memahami fungsi setiap bagian utama alat. Tim menjelaskan cara memantau kondisi pengering dan mengatur proses pengeringan sesuai kebutuhan. Demonstrasi tersebut membantu masyarakat memahami penggunaan teknologi secara lebih praktis dan mudah.
Perluas Jejaring Internasional dan Dukung SDGsÂ
Menariknya, kegiatan ini turut diikuti mahasiswa internasional asal Kenya, Malawi, dan Malaysia. Mahasiswa asal Kenya, Malawi, dan Malaysia mengikuti kegiatan untuk mengenal inovasi teknologi karya mahasiswa Universitas Airlangga secara langsung. Tim mengajak mereka mengamati penerapan teknologi energi surya dan IoT pada sektor pertanian. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat serta mempelajari permasalahan pengeringan hasil panen di Desa Makam Agung.
Keterlibatan mahasiswa internasional turut memperluas jangkauan pengenalan inovasi Universitas Airlangga kepada peserta dari berbagai negara. IME Solar Harvest 2.0 menunjukkan penerapan teknologi energi terbarukan untuk menjawab permasalahan nyata masyarakat. Inovasi ini juga menggabungkan pemanfaatan limbah kaleng dengan teknologi modern untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dapat membuka peluang jejaring dan pengembangan inovasi serupa pada berbagai wilayah.
Kegiatan sosialisasi ini mendukung semangat Sustainable Development Goals (SDGs) melalui energi bersih, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan PLTS mendukung SDGs 7 melalui penggunaan energi bersih dan terjangkau. Penerapan teknologi pada sektor pertanian turut mendukung SDGs 8, sedangkan pengembangan IoT dan teknologi tepat guna mendukung SDGs 9. Melalui kegiatan ini, IME Solar Harvest 2.0 diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperluas jejaring inovasi Universitas Airlangga.
Penulis: Adinda Faradiba Zubair





