Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Kenalkan BBK sebagai Solusi Berbasis Komunitas di Forum AUN-SAN

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB), Prof Hery Purnobasuki MSi PhD saat menyampaikan topik diskusi bertema tema Sustainability Learning Initiatives: Fostering Community-based Solutions, Kamis (3/9/2026) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Perguruan tinggi memegang peran strategis dalam mengakselerasi pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam The 7th ASEAN University Network-Student Affairs Network (AUN-SAN) di Universitas Airlangga (UNAIR). Para delegasi perguruan tinggi yang tergabung dalam AUN saling bertukar gagasan dan berbagi praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing universitas.

Dalam forum yang mengusung tema Sustainability Learning Initiatives: Fostering Community-based Solutions tersebut, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB), Prof Hery Purnobasuki MSi PhD menyampaikan bahwa perguruan tinggi memegang peran penting dalam mendukung implementasi SDGs. Di Indonesia, pencapaian agenda terimplementasi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian Masyarakat).

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan yang kompeten tetapi juga nilai keberlanjutan, mempromosikan riset berbasis solusi, dan melaksanakan pendekatan komunitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya di Ruang Amerta, Lt 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Kamis (3/9/2026).

Salah satu program yang menjadi best practice UNAIR dalam menjalankan SDGs adalah Belajar Bersama Komunitas (BBK) atau yang dulu dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program tersebut, sambungnya, bertujuan untuk memberdayakan komunitas masyarakat agar lebih tangguh dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Program ini memiliki empat fokus, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Dengan berbasis SDGs, kami berharap program ini dapat mencapai inklusivitas, keberlanjutan, dan pengembangan yang berdampak,” tuturnya.

Suasana diskusi dalam kegiatan AUN-SAN Meeting bersama delegasi perguruan tinggi AUN (Foto: Istimewa)

Melalui BBK, mahasiswa dan dosen sebagai fasilitator akan terjun langsung ke masyarakat untuk membantu memberikan solusi berbasis SDGs atas persoalan yang ada.

“Melalui program ini, kami mengirim mahasiswa secara nasional maupun internasional. Tahun ini, kami menerjunkan mahasiswa ke beberapa negara seperti Australia, Jepang, Cina, Malaysia, dan masih banyak lagi, untuk melakukan pengabdian masyarakat di negara-negara tersebut,” imbuhnya.

LPMB, lanjutnya, sebagai unit yang berfokus dalam program berkelanjutan, mendapatkan mandat untuk mencapai beberapa target SDGs. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai strategi dan upaya yang telah mereka lakukan akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2026, UNAIR menjadi perguruan tinggi terbaik ke-15 di dunia dan pertama di Indonesia dalam Sustainability Impact Ratings.

Kendati demikian, peringkat bukanlah akhir dari sebuah pencapaian. Angka tersebut justru menjadi penguat komitmen bagi UNAIR untuk terus meningkatkan dalam mewujudkan agenda berkelanjutan.

Pada akhir, Prof Hery menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi antara riset dan pendekatan masyarakat. Menurutnya, kedua aspek tersebut yang akan mengakselerasi pencapaian target SDGs bagi sebuah perguruan tinggi.

Penulis: Yulia Rohmawati