Universitas Airlangga Official Website

BEM FTMM X IMERCY Berdayakan Masyarakat Desa Semambung

Peresmian oleh kepala desa bersama dosen pembimbing dan wakil dekan III FTMM UNAIR (Foto Istimewa)

UNAIR NEWS – Desa Semambung kembali menjadi saksi perjalanan nyata mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui program yang telah terselenggara selama tiga tahun, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTMM resmi memulai rangkaian program Desa Binaan 3.0 Team II. Pada tahun ini, BEM FTMM berkolaborasi dengan BSO IMERCY dalam menjalankan program Desa Binaan 3.0 Team II.

Kegiatan yang akan berlangsung selama empat minggu pada setiap akhir pekannya ini resmi dimulai pada Sabtu (29/8/2026). Sebagai langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat, tim terjun langsung membantu pengurus desa dalam mendistribusikan bantuan sembako dari pemerintah. Keterlibatan di tengah masyarakat ini harapannya menjadi awal yang baik sebelum tim mengeksekusi inovasi utama.

Pada malam harinya, acara pembukaan Desa Binaan 3.0 Team II berlangsung di balai desa setempat dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para warga. Ketua Pelaksana Putri Andini, Presiden BEM FTMM Aida Anisatul, serta Dosen Pembimbing Fadjar Mulya PhD membuka kegiatan tersebut secara simbolis. Turut hadir memberikan arahan, Wakil Dekan III Prastika Krisma Jiwanti PhD, dan ditutup oleh Kepala Desa Semambung, Zainuri.

Sebagai simbolis peresmian dimulainya program, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Fadjar, Prastika, dan Zainuri. Rangkaian pembukaan ini kemudian diakhiri dengan kehangatan sesi makan tumpeng bersama seluruh warga yang hadir.

Keterlibatan aktif warga semakin terlihat ketika sesi pemaparan kegiatan dimulai. Di mana banyak pertanyaan menarik yang dilontarkan kepada tim mahasiswa. Pada program Desa Binaan kali ini, inovasi utama yang mendapatkan sorotan adalah penerapan ilmu FTMM dalam teknologi pada sektor pertanian desa.

Tim Desa Binaan turut membantu dalam kegiatan Desa Semambung (Foto: Istimewa)

Desa Binaan 3.0 team II membawakan alat penyiraman pupuk dan pestisida otomatis yang terintegrasi dengan IoT, serta sistem khusus untuk mengusir burung. Inovasi ini hadir sebagai solusi pengoptimalan pertanian guna menjawab keluhan warga mengenai maraknya hama keong dan burung pipit yang menghambat produktivitas panen.

Langkah inovatif dari mahasiswa ini disambut dengan penuh harapan oleh masyarakat petani setempat. Kemudian, acara pembukaan ditutup dengan makan-makan bersama warga.

“Saya berharap dari implementasi alat yang dibawakan anak-anak dapat menjadi contoh bagi para petani lainnya,” ujar Pak Muklas selaku perwakilan dari kelompok petani Desa Semambung.

Melalui implementasi teknologi dan kolaborasi yang erat ini, program Desa Binaan harapannya tidak hanya sekedar kegiatan pengabdian rutin. Melainkan juga mampu membawa dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Desa Semambung.

Penulis: Putri Hanin Tsabitah

Editor: Yulia Rohmawati