UNAIR NEWS – BEM KM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Departemen Advokasi & Kemahasiswaan (ADKESMA) menggelar webinar “Schofight Mentoring #2: Beasiswa Bakti BCA” secara daring pada Minggu (6/9/2026). Mengusung tema Chase the Chance: Your Journey to BAKTI Champions 2027, webinar itu membekali mahasiswa dengan informasi dan persiapan untuk mengikuti Beasiswa Bakti BCA.
Hadir sebagai narasumber, Sofia Rahma, mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR, membagikan pengalamannya sebagai Bakti Champion atau penerima Beasiswa Bakti BCA 2025. Selain itu, Sofia saat ini menjabat sebagai Ketua BEM KM Psikologi UNAIR 2026.
Keunggulan Beasiswa Bakti BCA
Sofia menjelaskan bahwa Beasiswa Bakti BCA merupakan salah satu beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan. Beasiswa ini memiliki program pengembangan diri yang bisa diikuti oleh seluruh penerima Beasiswa Bakti BCA.
Program pengembangan diri tersebut meliputi Transformational Workshop, Bakti Champions Movement, BCA Company Visit, dan Financial Literacy. Tidak hanya itu, di akhir periode pun akan dilaksanakan National Summit sebagai puncak dari rangkaian kegiatan selama satu tahun menjadi penerima beasiswa ini.
“Pada tahun 2025 terdapat lima sampai enam orang yang akan menjadi perwakilan dari setiap universitas untuk mengikuti acara National Summit. Kebetulan saya merupakan salah satu perwakilan dari UNAIR yang berkesempatan untuk bisa menghadiri acara itu di Bogor,” ungkap Sofia.
Tips Lolos Beasiswa
Untuk mendapatkan beasiswa BCA, Sofia membagikan beberapa tips agar bisa lolos dalam tahapan seleksi beasiswa. Mulai dari contoh format penulisan esai, pemilihan sertifikat, hingga persiapan menuju tahap wawancara.
“Pilihlah sertifikat yang paling menunjukkan keunggulan diri karena itu bisa menjadi nilai tambah. Penulisan esai sebaiknya memuat tentang personality, keunggulan, pengalaman, serta motivasi dalam mendaftar di Beasiswa Bakti BCA. Untuk mempersiapkan tes wawancara, mulailah dengan mengenal diri sendiri dan cari tahu visi misi diri kalian yang sama dengan tujuan dari Beasiswa Bakti BCA,” paparnya.
Kesempatan Konversi KKN
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu program sosial dalam Beasiswa Bakti BCA, yakni Bakti Champions Movement, dapat dikonversikan sebagai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program tersebut dinilai memiliki bentuk kegiatan yang sejalan dengan pengabdian kepada masyarakat sehingga memenuhi persyaratan untuk dikonversikan ke dalam KKN.
“Karena program Bakti Champions Movement itu kembali kepada komunitas dan masyarakat, jadi programnya pun mirip dengan pengabdian. Oleh karena itu, kegiatannya sudah memenuhi persyaratan untuk bisa dikonversikan ke dalam KKN,” jelas Sofia.
Penulis: Niken Dara Fesya
Editor: Khefti Al Mawalia





