UNAIR NEWS – Mengikuti program exchange tidak hanya memberi kesempatan mahasiswa untuk belajar di lingkungan akademik yang berbeda. Pengalaman tersebut juga membuka ruang untuk mengenal budaya dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Alvyan Ananta Azis, mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR), merasakan langsung pengalaman tersebut saat mengikuti program exchange fully funded ke Malaysia dan Singapura. Program ini berlangsung selama 10 hari. Mulai Selasa (25/8/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).
Alvyan mengatakan, kesempatan mendapatkan program fully funded tersebut tidak ia raih dengan mudah. Ia perlu melalui sejumlah tahapan seleksi dan persiapan sebelum akhirnya berkesempatan mengikuti program. Proses tersebut meliputi seleksi berkas dan wawancara. Sebelum mengikuti wawancara, ia mempersiapkan diri dengan berlatih bahasa Inggris dan Mandarin. “Saya mencoba mempersiapkan kemampuan bahasa Mandarin sebagai nilai tambah dibanding ratusan peserta lain,” jelasnya.
Perluas Wawasan Akademik Melalui Exchange
Selama program, Alvyan mengenal budaya Malaysia melalui kunjungan ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan German-Malaysian Institute. Ia juga mengikuti diskusi bertajuk Empowering Future-Ready Skills in a Digital World. Topik tersebut membahas keterampilan yang perlu dimiliki generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital. Dalam kesempatan itu, Alvyan bertukar pandangan dengan mahasiswa Malaysia mengenai kesiapan menghadapi perubahan di era digital.
“Komunikasi dengan mahasiswa Malaysia berjalan mudah karena bahasa Melayu memiliki banyak kemiripan dengan bahasa Indonesia,” ujar Alvyan.
Pengalaman tersebut memberinya wawasan baru mengenai cara belajar dan aktivitas akademik mahasiswa lintas negara. Ia juga memperhatikan kebiasaan mahasiswa disana yang lebih sering menggunakan transportasi umum untuk menuju kampus.
Bertukar Budaya di Negeri Jiran
Selain mengikuti rangkaian kegiatan akademik, kemudahan interaksi dengan mahasiswa Malaysia menjadi kesempatan bagi Alvyan untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Ia bercerita tentang keberagaman suku dan bahasa di Indonesia. Selain itu, Alvyan merekomendasikan sejumlah destinasi wisata di Indonesia seperti Bali, Aceh, dan Labuan Bajo. “Saya ingin teman-teman Malaysia tahu kalau Indonesia punya banyak budaya dan destinasi menarik,” jelasnya.
Bagi Alvyan, program exchange bukan ajang untuk mencari menang atau kalah. Tapi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan menemukan perspektif baru.
“Jangan takut mencoba selagi ada kesempatan, karena kesempatan tidak datang dua kali,” pungkasnya.
Penulis: Vaneza Ika Artamevia
Editor: Yulia Rohmawati





