Universitas Airlangga Official Website

Perkuat Peran KADEP dan KPS, UNAIR Pacu Akselerasi Menuju World-Class Entrepreneurial University

Prof Muhammad Madyan SE MSi MFin saat memberi arahan kepada para peserta Rapat Kerja dan Focus Group Discussion (FGD) Ketua Departemen (KADEP) dan Koordinator Program Studi (KPS) di Kota Batu selama dua hari (18-19/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)
Prof Muhammad Madyan SE MSi MFin saat memberi arahan kepada para peserta Rapat Kerja dan Focus Group Discussion (FGD) Ketua Departemen (KADEP) dan Koordinator Program Studi (KPS) di Kota Batu selama dua hari (18-19/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Menjaga momentum prestasi pasca menembus jajaran universitas terbaik di Indonesia menjadi fokus utama Universitas Airlangga (UNAIR). Guna merespons dinamika tersebut, UNAIR menggelar Rapat Kerja dan Focus Group Discussion (FGD) Ketua Departemen (KADEP) dan Koordinator Program Studi (KPS) di Kota Batu selama dua hari (18-19/9/2026). Agenda strategis ini berfokus pada evaluasi triwulan II terkait kinerja program studi, efisiensi tata kelola anggaran, serta penguatan karakter sivitas akademika di tengah tantangan era digital menuju World-Class Entrepreneurial University.

Rapat kerja strategis ini dibuka langsung oleh Ketua Senat Akademik (KSA) UNAIR, Prof Dr H Nursalam MNurs (Hons) dan Prof Muhammad Madyan SE MSI MFIN sebagai Rektor. Agenda ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan universitas, pimpinan dekanat, ketua pusat, badan, direktorat, serta seluruh ketua departemen dan koordinator program studi di lingkungan UNAIR. 

Ketua Senat Akademik (KSA) UNAIR, Prof Dr H Nursalam MNurs (Hons) saat memberi arahan pada Rapat Kerja dan Focus Group Discussion (FGD) Ketua Departemen (KADEP) dan Koordinator Program Studi (KPS) di Kota Batu selama dua hari (18-19/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)
Perkuat Peran KADEP dan KPS dalam Pengembangan Prodi

Dalam arahannya, Ketua Senat Akademik Prof Nursalam menekankan pentingnya peran KADEP dan KPS sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa. Kualitas tata kelola program studi (prodi) berada di tangan pimpinan departemen dan program studi. Senat Akademik berkomitmen penuh menjalankan fungsi utamanya dalam menyusun peraturan, memberikan pertimbangan, serta memberikan penyetujuan (3P) guna mendukung kebijakan universitas sekaligus memutuskan pertimbangan evaluasi program studi ke depan.

Ia juga mendorong pengembangan program join degree dan penyesuaian nama prodi atau peminatan agar sesuai dengan tren global. Di sisi lain, Prof Nursalam mengingatkan pentingnya pembinaan serta upscaling kemampuan dosen dan staf tenaga kependidikan agar lebih proaktif.

Kepada para peserta, Prof Nursalam membagikan filosofi penting mengenai pendidikan karakter dan integritas. Mengutip pemikiran tokoh, ia menekankan pentingnya pendidik untuk memiliki sifat yang membangun akhlak, disiplin, tanggung jawab, melek teknologi, serta berjiwa entrepreneur. Ia juga mengutip analogi dari Jack Ma tentang konsistensi dalam bekerja.

“Bekerja itu seperti naik kereta api. Berjalanlah sesuai rel, jangan berbelok-belok, dan jika ada hambatan, jangan berhenti sebelum sampai tujuan.” imbuhnya, mengingatkan pentingnya integritas, fokus, dan daya juang dalam membimbing mahasiswa.

Prof Nursalam turut berpesan bahwa selama bekerja sebagai garda terdepan, KADEP dan KPS diharapkan senantiasa bijak dalam bermedia sosial. Sebab, di era ketidakpastian global saat ini, arus informasi bergerak sangat bebas, cepat, dan sulit institusi kendalikan sehingga menuntut kehati-hatian dari seluruh pihak.

Komitmen Keberlanjutan Pembangunan dan Kemandirian Institusi

Sementara itu, Rektor UNAIR menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh KADEP dan KPS. Di tahun pertama pergantian pimpinan, UNAIR terbukti mampu mempertahankan performa bahkan menaikkan peringkat universitas. Kendati demikian, rektor mengingatkan agar seluruh pihak tidak berpuas diri.

“Pemeringkatan saat ini menjadi salah satu indikator kualitas yang dapat dilihat dan dinilai langsung oleh masyarakat, termasuk melalui media sosial. Capaian yang kita raih bukan untuk kesombongan atau pamer. Melainkan sebagai bentuk kebanggaan dan apresiasi atas kerja bersama seluruh sivitas akademika,” ungkap Rektor.

Terkait tantangan tata kelola, Rektor memaparkan posisi anggaran Universitas Airlangga (UNAIR) yang berada di situasi kompetitif di antara kelompok Big 5 perguruan tinggi Indonesia dengan skala anggaran paling efisien dan terbatas. Kondisi tersebut justru memicu kapasitas maksimal serta kekuatan kemandirian institusi dalam bersaing. Meski memiliki keterbatasan, UNAIR membuktikan kemandiriannya dengan berhasil membangun 21 gedung dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.

Penguatan kemandirian tersebut juga mengarah pada tujuan untuk mendukung transformasi UNAIR menuju World-Class Entrepreneurial University. Untuk itu, pengembangan infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi, hilirisasi, dan kolaborasi yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan industri.

“Salah satu proyek strategis yang akan mulai kita jalankan tahun depan adalah pembangunan Airlangga Science Techno Park di Madura. Ini akan menjadi pilot project penting untuk hilirisasi industri UNAIR,” jelas Rektor.

Navigasi Era VUCA dan Jaga Nama Baik Institusi

Menutup arahannya, Rektor mengajak seluruh Kadep dan KPS untuk jeli melihat masa depan mahasiswa di tengah ketidakpastian global (era VUCA). Keterbukaan informasi yang bebas membawa dampak positif sekaligus negatif yang sulit dikendalikan.

Oleh karena itu, rektor mengimbau seluruh sivitas akademika untuk terus berbenah, menjaga nama baik kampus, serta lebih berhati-hati dalam berkomentar di ruang publik. Hal tersebut agar potensi munculnya berita kurang baik dapat berkurang. Rektor juga menitipkan pesan agar proses regenerasi kepemimpinan di tingkat departemen disiapkan dan didukung dengan baik.

“Terima kasih atas dedikasi Bapak dan Ibu sekalian. Tetap semangat bersama-sama membangun Universitas Airlangga,” pungkas Rektor.

Menjaga Ritme, Menjemput Beyond Excellence
Prof Dian Ekowati SE MSi MAppCom (OrgCh) PhD saat memaparkan materi pad Rapat Kerja dan Focus Group Discussion (FGD) Ketua Departemen (KADEP) dan Koordinator Program Studi (KPS) di Kota Batu selama dua hari (18-19/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Melengkapi agenda, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR, Prof Dian Ekowati SE MSi MAppCom (OrgCh) PhD, memaparkan materi krusial dengan menunjukkan skema kerja serta desain teknokratis Rencana Strategis (Renstra) universitas. Pemaparan desain makro ini bertujuan utama untuk mengenalkan secara mendalam business process penunjang institusi menuju World-Class Entrepreneurial University kepada seluruh jajaran KADEP dan KPS sebagai pilar garda terdepan universitas. Langkah ini dinilai sangat krusial demi menyamakan visi operasional bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Dian mengingatkan kembali trajektori perkembangan UNAIR periode 2026–2031. “Kita sedang bergerak menuju target besar. Beyond Excellence WCEU 2031 bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Beyond Excellence is a must,” tegasnya.

Penulis: Ahmad Suhail Alhazimi

Editor: Ragil Kukuh Imanto