FIB NEWS – Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Linguistik (HIMA LINGUA) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan konferensi akademik perdana bertajuk The 1st Graduate Student Conference on Language, Culture, and Literature (GRACE) 2026. Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 15–16 September 2026, ini mengangkat tema krusial yang relevan dengan perkembangan zaman: “Language in Digital Society: Exploring Language, Culture, and Communication in the Digital Era.”
Konferensi berskala nasional ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia yang memaparkan hasil riset dengan ruang lingkup (scope) kekinian. Sinergi Akademisi Nasional. Pada hari pertama, Selasa (15/9/2026), kegiatan berfokus pada seminar utama (Keynote Seminar) dan konferensi yang digelar secara luring di Gedung Baru Lantai 3 serta Ruang Chairil Anwar Lantai 2 FIB UNAIR. Hari pertama menghadirkan tiga pembicara kunci nasional yang ahli di bidangnya: Dr. Ahmad Fanani, S.S., M.Pd., Dr. Arina Isti’anah, S.Pd., M.Hum., M. Sholakhuddin Al Fajri, S.S., M.A., Ph.D. Sementara itu, hari kedua pada Rabu (16/9/2026) dilanjutkan secara daring melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan pembicara kunci internasional, Dr. Thomas Kaufmann, Ed.D.
Dukungan penuh pimpinan fakultas dan Program Studi Dekan FIB UNAIR, Syahrur Marta Dwi Susilo, S.S., M.A., Ph.D., memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kerja keras HIMA LINGUA S2 Ilmu Linguistik dalam menginisiasi forum akademik ini. “Konferensi ini merupakan yang pertama dan diharapkan terus berlanjut,” ungkap Syahrur dalam sambutannya saat membuka seminar nasional tersebut. Senada dengan Dekan, Koordinator Program Studi (Kaprodi) Magister Ilmu Linguistik FIB UNAIR, Noerhayati Ika Putri, S.S., M.A., Ph.D., juga turut membakar semangat para civitas akademika. Beliau memotivasi seluruh peserta untuk senantiasa konsisten dan bersemangat dalam mengembangkan ilmu linguistik di Indonesia.
Realisasi program kerja dan harapan masa depan, keberhasilan acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi internal mahasiswa dan para panitia. Ketua HIMA LINGUA periode 2025–2026, Ahmad Imron, menyampaikan rasa syukurnya karena visi besar organisasi akhirnya terwujud. “Program kerja HIMA LINGUA yang dicanangkan sejak awal serah terima jabatan kini bisa terealisasi dengan baik. Kami berharap agenda ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut setiap tahunnya,” tutur Imron. Di sisi teknis, Dinda selaku Ketua Pelaksana GRACE 1 menegaskan bahwa luaran dari konferensi ini ditargetkan untuk menjawab tantangan zaman “Kami berharap konferensi ini dapat memberikan kontribusi lebih dalam dunia penelitian di bidang linguistik, terutama dalam era digital dan media sosial,” jelas Dinda.
Rangkaian kegiatan GRACE 2026 ditutup dengan khidmat. Melalui forum ini, luaran (output) berupa publikasi ilmiah yang dihasilkan para peserta diharapkan dapat menjadi referensi yang relevan, solutif, serta membawa manfaat luas bagi perkembangan masyarakat digital saat ini.
Penulis : Ahmad Imron




