Universitas Airlangga Official Website

Tim Wayfinder UNAIR Raih Juara Tiga Business Case

Tim Wayfinder Universitas Airlangga Berhasil Meraih Juara 3 Business Case Competition 2026 di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (19/9/2026). (Foto: Dokumentasi Tim)
Tim Wayfinder Universitas Airlangga Berhasil Meraih Juara 3 Business Case Competition 2026 di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (19/9/2026). (Foto: Dokumentasi Tim)

UNAIR NEWS – Tim Wayfinder Universitas Airlangga (UNAIR) meraih Juara Tiga Business Case Competition Pekan Ekonomi Teknik Universitas Diponegoro. Kompetisi tersebut berlangsung pada (18–19/9/2026) di Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, dengan tema urban-rural linkages dan sustainable local economy development.

Tim Wayfinder terdiri atas Alfarrel Yuri Ramadhani, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) angkatan 2024, Amabel Puan Raya, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2024, serta Mutiara Putih Gading, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP angkatan 2025.

Mutiara Putih Gading, anggota Tim Wayfinder Universitas Airlangga, berfoto sambil membawa trofi dan hadiah setelah meraih Juara 3 Business Case Competition 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang. (Foto: Dokumentasi Tim)
Angkat Tantangan Local Business

Dalam kompetisi tersebut, Tim Wayfinder mengangkat strategi transformasi dan skalabilitas Ole Organic Mart, UMKM distribution hub sayuran organik dan reseller produk UMKM lokal dengan misi memberdayakan ekosistem lokal Semarang. Tim memilih kasus karena local business masih belum terlalu masyarakat soroti serta menghadirkan tantangan karena keterbatasan skala bisnis dan aspek lainnya.

Ole Organic Mart menghadapi banyak tantangan. Mulai dari keterbatasan akses pasar digital, hambatan pada platform marketplace akibat sensitivitas harga, margin yang terkunci, kebingungan konsumen terhadap jadwal pemesanan, serta keterbatasan modal untuk mewujudkan zero plastic initiative.

“Kami melihat bahwa business case competition merupakan perlombaan yang menantang. Terutama, dalam segi melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Ternyata kasus yang diangkat menarik dan unik dari segi substansi,” ujar  Amabel, salah satu Tim Wayfinder.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Tim Wayfinder menawarkan O.L.E. Strategy, yaitu Omnichannel Community Direct; Loop Packaging and Locked Demand; serta Ecocystem and Extra Revenue. Strategi tersebut memanfaatkan TikTok, Instagram, WhatsApp Business, dan Broadcast Terjadwal untuk membangun ekosistem D2C. Tim juga menawarkan otomatisasi pre-order terjadwal, penggandengan UMKM kuliner eksisting untuk memperkuat jangkar B2B, dan sistem deposit pelanggan serta swap-on-delivery dengan wadah reusable untuk mendukung zero plastic initiative.

Persiapan dan Tantangan Tim

Tim memulai persiapan dengan diskusi untuk menyusun executive summary berdasarkan case book dari penyelenggara. Mereka kemudian melakukan brainstorming, riset, dan rapat untuk menyamakan alur pemikiran serta menyelesaikan executive summary, proposal, dan pitch deck.

Perbedaan program studi menjadi tantangan dalam mencapai konsensus. Selain itu, padatnya agenda perkuliahan menuntut tim mengatur waktu. Mereka berlatih pitching di kereta menuju Semarang dan pada hari pelaksanaan.

Ketika panitia mengumumkan hasil kompetisi, Tim Wayfinder merasa terkejut. Dua dari tiga anggota mengikuti business case competition untuk pertama kalinya sehingga pencapaian tersebut memberikan lega dan bahagia.

“Pencapaian ini sejatinya membuktikan bahwa berani mencoba hal baru adalah sesuatu yang sangat menguntungkan,” ungkap Amabel.

Tim Wayfinder berharap dapat meneruskan langkah dalam mencetak prestasi di bidang sejenis dan mengeksplorasi berbagai kasus bisnis lainnya.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Ragil Kukuh Imanto