UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Evan Caesar Muliana, berhasil menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam ajang International Festival of Youth (IFY) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Yekaterinburg, Rusia, pada Jumat-Kamis (11–17/9/2026).
Festival yang diselenggarakan oleh World Youth Festival Directorate tersebut mempertemukan ribuan anak muda dari 191 negara melalui berbagai kegiatan, mulai dari diskusi, pertukaran budaya, networking, hingga pameran teknologi. Bagi Evan, keikutsertaan dalam kegiatan internasional tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan sekaligus melihat perkembangan teknologi secara langsung.
Evan mengungkapkan bahwa salah satu bagian paling menarik selama festival adalah exhibition teknologi yang menampilkan berbagai inovasi mutakhir. “Sebagai mahasiswa Robotics and Artificial Intelligence Engineering, saya sangat tertarik melihat bagaimana teknologi seperti humanoid robot, AI-powered farming, smart agriculture, drone, healthcare robotics, computer vision, hingga data center dikembangkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan nyata,” ujarnya.
Mengenal Budaya Baru
Kesempatan mengikuti IFY 2026 berawal ketika Evan menemukan informasi program tersebut melalui media sosial. Setelah melalui proses seleksi berupa pengumpulan dokumen, esai, serta video, Evan akhirnya terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia.
“Awalnya saya tidak pernah terpikir untuk pergi ke Rusia. Saya hanya melihat kesempatan ini di media sosial dan mencoba mendaftar. Dari situ saya belajar bahwa terkadang kita perlu mencoba terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah sebuah kesempatan bisa kita raih atau tidak,” jelasnya.
Selama berada di Rusia, Evan juga mendapatkan pengalaman mengenal budaya baru dan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Salah satu tantangan yang dirasakan adalah menghadapi cuaca dingin serta perbedaan makanan dengan Indonesia.

Pengalaman Berkesan
Selain teknologi, pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara menjadi hal yang paling membekas bagi Evan. Ia bertemu mahasiswa, akademisi, profesional, hingga peserta dengan berbagai latar belakang yang memiliki perspektif berbeda mengenai pendidikan, pekerjaan, dan perkembangan dunia.
“Momen yang paling berkesan justru ketika bertemu banyak orang baru. Kami bertukar cerita, berdiskusi, dan membangun koneksi yang tetap berlanjut setelah festival,” tuturnya.
Evan juga mendapat kejutan istimewa ketika ulang tahunnya bertepatan dengan pelaksanaan festival. Russian House memberikan hadiah dan menampilkan live footage keluarga Evan dalam exhibition, sebuah pengalaman yang menurutnya sangat personal dan tidak terlupakan.
Melalui pengalaman di IFY 2026, Evan berharap lebih banyak mahasiswa berani mengambil peluang internasional. Menurutnya, pengalaman bertemu dengan masyarakat global dapat membantu mahasiswa melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.
“Saya belajar bahwa kesempatan besar sering kali datang dari langkah kecil, seperti mencoba mendaftar. Kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu sejauh apa sebuah kesempatan bisa membawa kita,” pungkasnya.
Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin
Editor: Khefti Al Mawalia





