Narasumber menyampaikan materi dalam talkshow Inclusive Talk Vol. II yang membahas sejarah gerakan perempuan Indonesia, tantangan kesetaraan gender, serta perkembangan gerakan pada era modern. (Foto: Tim Media Inclusive Talk Vol. II)

Inclusive Talk UNAIR Rawat Ingatan Gerakan Perempuan Indonesia

62 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS — Sejarah gerakan perempuan Indonesia menyimpan jejak perjuangan yang terus berkembang dari masa ke masa. Sebagian narasi mengenai peran perempuan dalam perjalanan bangsa masih menghadapi tantangan untuk tetap dikenang dan dipahami generasi muda. Melalui Inclusive Talk Vol. II, Kementerian Keadilan dan Kesetaraan Gender BEM Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan ruang diskusi untuk merawat ingatan kolektif sekaligus membahas arah gerakan perempuan pada era modern.

Mengangkat tema “Sejarah dan Prospek Gerakan Perempuan Indonesia”, Inclusive Talk Vol. II berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) di Ruang 302 dan 303 Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C. Kegiatan ini menghadirkan talkshow interaktif bersama narasumber serta mini exhibition bertema “Ingatan yang Dibungkam: September Hitam dan Gerakan Perempuan Indonesia.”

Salah satu karya lukis dalam mini exhibition “Ingatan yang Dibungkam: September Hitam dan Gerakan Perempuan Indonesia” pada rangkaian Inclusive Talk Vol. II. (Foto: Tim Media Inclusive Talk Vol. II)
Menelusuri Jejak Gerakan Perempuan Indonesia

Inclusive Talk menghadirkan Iva Hasanah S T S Sos M Hum dan Puspita Ratna Yanti S Sos M Hum sebagai narasumber. Keduanya memiliki pengalaman dalam bidang gender, pemberdayaan masyarakat, advokasi kesetaraan, serta penguatan kapasitas komunitas.

Melalui sesi talkshow, narasumber membahas perjalanan gerakan perempuan sejak masa pergerakan nasional hingga perkembangan gerakan pada era digital. Diskusi tersebut mengangkat isu pembungkaman dan stigmatisasi organisasi perempuan, tantangan kesetaraan gender, serta pemanfaatan ruang digital sebagai media advokasi.

Ketua Pelaksana Inclusive Talk Vol. II Khofifah Ghufrani menjelaskan bahwa kegiatan ini hadir untuk mengangkat kembali ingatan kolektif mengenai perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan memahami sejarah gerakan perempuan sekaligus melihat tantangan kesetaraan gender yang berkembang pada masa kini.

Padukan Diskusi dan Karya Visual

Inclusive Talk Vol. II memadukan diskusi akademik dengan pendekatan visual melalui mini exhibition. Pameran tersebut menampilkan karya mahasiswa Seni Rupa Murni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan LPM Retorika FISIP UNAIR yang merefleksikan pengalaman, perjuangan, serta narasi perempuan.

Kedirjenan Edukasi Kritis Gender Kementerian Keadilan dan Kesetaraan Gender BEM UNAIR merancang kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran mengenai isu gender dan sejarah gerakan perempuan. Melalui diskusi dan karya visual, harapannya mahasiswa memiliki perspektif kritis terhadap dinamika sosial serta tantangan kesetaraan gender.

Inclusive Talk Vol. II menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang dialog mengenai isu perempuan dan keadilan gender dalam lingkungan kampus. Kegiatan ini mendorong mahasiswa memahami sejarah, merespons isu sosial, serta menjaga keberlanjutan ruang diskusi kritis.

Penulis: Nabila Afifah Abida

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .