Ikuti Pengmas di Malaysia, Mahasiswa FPK Kenalkan Olahan Biskuit Berbahan Ikan Nila

40 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR melaksanakan program exchange dan pengabdian masyarakat (pengmas) di Malaysia pada Senin-Jumat (21-25/9/2026). Program internasional kolaborasi FPK UNAIR dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) ini menyasar warga pesisir Pulau Gaya, Sabah. Delegasi mahasiswa terjun langsung mengedukasi warga kepulauan mengenai diversifikasi olahan perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu delegasi yang terlibat aktif adalah Iaro Birawa Surga. Ia mengatakan, kehadiran mahasiswa bertujuan membuka wawasan warga mengenai peluang diversifikasi komoditas perikanan air tawar. Program lintas negara ini sekaligus menjadi sarana implementasi keilmuan akuakultur di tengah masyarakat pesisir.

“Kami menyeberang langsung ke Pulau Gaya untuk menyapa warga yang minim terpapar teknologi perikanan. Masyarakat pulau terpencil tersebut menyambut inisiatif kami dengan penuh antusiasme,” ujarnya.

Dalam aksi lapangan tersebut, mahasiswa mengenalkan inovasi biskuit coklat berbahan dasar daging ikan nila. Produk ini mengejutkan warga setempat yang belum mengetahui pemanfaatan ikan tawar menjadi kudapan manis berdaya simpan lama. Biskuit ini dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi protein bagi anak-anak setempat.

Guru Besar FPK UNAIR Prof Dr Sri Subekti Bendryman DEA drh menyerahkan cinderamata kepada perwakilan Universiti Malaysia Sabah (UMS) pada Senin (22/9/2026) (Foto: Dok. Pribadi Iaro)

Iaro menjelaskan bahwa masyarakat Pulau Gaya lebih terbiasa mengkonsumsi hasil tangkapan laut segar. Kehadiran biskuit nila membuktikan komoditas air tawar menyimpan peluang hilirisasi pangan yang menjanjikan. Melalui proses penepungan, aroma amis khas ikan nila menjadi berkurang sehingga kudapan ini warga dapat menerimanya.

“Kami membawa biskuit berbahan tepung nila yang dipadukan perisa coklat. Masyarakat sangat antusias karena baru menyadari ikan nila dapat diolah menjadi biskuit yang lezat,” imbuhnya.

Keikutsertaan Iaro bermula dari ajakan dosen pembimbing, Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP dan Guru Besar FPK Prof Dr Sri Subekti Bendryman DEA drh. Ia mengaku terpanggil mengikuti kegiatan ini karena agendanya langsung menyentuh masyarakat akar rumput. Kolaborasi ini turut mempererat hubungan akademik antara UNAIR dan UMS.

“Saya tertarik karena program ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan memberi kontribusi riil bagi warga pulau. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga mengenai arti pengabdian masyarakat yang sesungguhnya,” ucapnya.

Ia berharap inisiatif ini memperluas perspektif masyarakat bahwa sektor perikanan memiliki potensi hilirisasi pangan yang luas. Melalui diversifikasi produk yang tepat, kemandirian ekonomi warga kepulauan dapat didorong secara berkelanjutan. Iaro mengajak Ksatria Airlangga untuk senantiasa aktif mengambil peran dalam program pengabdian internasional.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati