Jadi Google Student Ambassador, Hellena Bawa Misi Digital untuk Mahasiswa

20 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR kembali menunjukkan kiprahnya dalam ekosistem teknologi digital melalui program Google Student Ambassador (GSA). Hellena Anggel Suismanto, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR angkatan 2025, terpilih sebagai delegasi GSA.

Hellena lolos seleksi yang setelah bersaing dengan 3.000 peserta. Ia menjalankan tugasnya sebagai GSA mulai 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027 mendatang. Keikutsertaan Hellena dalam GSA berlatar belakang dari keinginan memperluas kapasitas di bidang teknologi dan komunikasi. Program tersebut juga menjadi kesempatan memperkenalkan ekosistem Google kepada mahasiswa UNAIR.

“Tujuan utama saya mengikuti program GSA adalah upaya memperluas kapasitas diri dalam bidang teknologi, komunikasi, dan pemberdayaan mahasiswa. Program ini membuka kesempatan untuk membawa pengetahuan serta ekosistem teknologi Google lebih dekat kepada mahasiswa di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Menurut Hellena, pemanfaatan teknologi di FKp UNAIR mulai berkembang. Ia ingin memperluasnya melalui komunitas berbasis teknologi agar mahasiswa dapat saling belajar dan memahami penggunaannya secara tepat.

Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam aktivitas mahasiswa. Menurutnya, AI dapat mendukung pembelajaran apabila digunakan secara bijak dan tidak berlebihan. “AI sebenarnya bisa kita manfaatkan dengan baik dan tidak secara berlebihan,” katanya.

Sebagai langkah awal, Hellena menyiapkan program G-Care Sprint yang berfokus pada pemecahan masalah mahasiswa. Program ini mengajak peserta mendiskusikan persoalan di sekitar hingga menemukan solusi dengan memanfaatkan teknologi.

Implementasi G-Care Sprint akan dimulai dari jejaring pertemanan sebelum ia kembangkan ke tingkat fakultas dan universitas. Hellena berencana melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas dan universitas untuk memperluas jangkauan program.

Perluasan program ke tingkat universitas akan dilakukan melalui proposal kepada Google. Hellena berharap G-Care Sprint dapat menjadi ruang kolaborasi mahasiswa UNAIR dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Strategi untuk menjembatani akses terhadap Google perlu berbeda dari sekadar menyediakan teknologi, tetapi juga memastikan keterjangkauan, keterampilan, dan kebermanfaatan penggunaannya,” tuturnya. Hal tersebut diharapkan mendorong pemanfaatan teknologi yang inklusif di UNAIR.

Bagi Hellena, pengalaman menjadi GSA memberikan wawasan mengenai pentingnya literasi digital dalam menghadapi perubahan teknologi. Ia berharap keterlibatannya dapat mendorong mahasiswa UNAIR terus belajar dan berkolaborasi.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .