UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR menghadirkan Mark Up, platform mentoring kompetisi bisnis berbasis on-demand lintas fakultas. Inovasi tersebut membawa Tim Mark Up mengikuti KMI Expo dalam kategori jasa, pariwisata, dan perdagangan yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026) di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Tim tersebut terbentuk dari kolaborasi lintas fakultas. Mereka adalah Irvan Betrando Banjarnahor, Nadia Annadiifah, dan Putri Zahra dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kemudian, Nayla Rahma Mawardi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Nicco Cahya Permana dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Mewakili timnya, Irvan menjelaskan keunggulan Mark Up yang ia dan tim kembangkan. Salah satunya, pengguna dapat menyesuaikan waktu mentoring dengan kompetisi dan mentor yang ingin mereka pilih. “Mark Up itu kurang lebih seperti platform mentoring kompetisi bisnis, tetapi kami memiliki konsep on-demand, jadi mahasiswa atau pembelajar bisa menyesuaikan dengan jadwal lomba yang mereka ikuti dan mentor yang mereka pilih,” jelasnya.
Berbeda dengan Bootcamp
Konsep tersebut membuat Mark Up berbeda dari bootcamp yang memiliki jadwal terstruktur. “Banyak orang yang ingin mengikuti lomba. Semuanya punya kemampuan yang tidak sama, sehingga kami menyediakan dan memfasilitasi mereka yang beginner agar tidak terlalu kesulitan dengan istilah-istilah yang terlalu teknis,” ungkap Irvan.
Awalnya, Mark Up menyasar mahasiswa yang berminat mengikuti kompetisi business plan dan business case. Namun, riset pasar saat menjalankan P2MW menunjukkan target tersebut meluas hingga pelajar SMA.
“Target awal kami adalah mahasiswa aktif yang berminat untuk kompetisi bisnis, tetapi ketika kami menjalankan bisnis ini ternyata pasar kami meluas ke pelajar SMA. Ada beberapa pendaftar yang sudah masuk SMA kelas 12 dan juga kelas 11,” tuturnya.

Selain on-demand mentoring, Mark Up menawarkan paket pendampingan business plan dan business case, bootcamp, case collaboration untuk organisasi, serta produk digital berupa materi dan proposal bisnis.
Perjalanan Menuju KMI Expo
Perjalanan Mark Up menuju KMI Expo bermula dengan pengajuan proposal P2MW. Setelah memperoleh pendanaan, tim mengimplementasikan rencana bisnis, menyusun laporan kemajuan, dan mempresentasikannya sebelum dinyatakan lolos.
“Dukungan dosen sangat berguna buat kami, terutama dari saran dan feedback-nya, karena masukan-masukan dari beliau sangat membantu kami untuk proses penyelesaian,” ujar Irvan. Selain itu, dukungan UNAIR juga dirasakan dalam persiapan booth dan peralatan. Dukungan tersebut mencakup masukan, evaluasi, serta fasilitasi kebutuhan stan, perlengkapan, dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Menurut Irvan, KMI Expo menjadi kesempatan mengimplementasikan teori di kelas ke kondisi nyata sekaligus menguji kepemimpinan. “Ketika di lapangan ternyata tidak seindah prediksi kita, KMI Expo mengajarkan bahwa mengimplementasikan teori-teori yang ada di kelas ke dunia nyata itu sangat diuji,” jelasnya.
Ke depan, Mark Up berencana menambahkan fitur untuk mendukung peningkatan karier mahasiswa. “Tidak hanya lomba-lomba, tetapi bagaimana membuat lomba-lomba itu menjadi kesiapan karier bagi mahasiswa. Sehingga mahasiswa tidak hanya sebatas mahasiswa kelas, tetapi mahasiswa yang siap untuk bertarung di dunia kerja,” pungkas Irvan.
Penulis: Abraham Chrisanta Putra
Editor: Yulia Rohmawati
