Mahasiswa Farmasi Ciptakan Inovasi Film Tipis Daun Kersen untuk Terapi Pendamping Diabetes

54 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Daun kersen yang kerap tumbuh liar di pekarangan rumah dan tepi jalan menyimpan potensi untuk menjadi inovasi pada bidang kesehatan. Melihat peluang tersebut, lima mahasiswa Fakultas Farmasi (FF), Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan GLUCERSEN (Glucose-Regulating and Antioxidant Sublingual Film).

GLUCERSEN merupakan sediaan film tipis berbahan ekstrak daun kersen yang dirancang sebagai terapi pendamping diabetes melitus (DM). Inovasi tersebut berhasil membawa Callysta Tabina Nadine, bersama Callista Angelina Putri Setiawan, Erinna Faizah Rahmadhani, Shakila Geonada Ashar, dan Faradillah Ermyne Sabil meraih medali perak dalam Indonesia Inventors Day (IID). Kegiatan berlangsung di SMESCO Indonesia, Rabu (6/10/2026).

Callysta menjelaskan, inovasi GLUCERSEN berangkat dari tingginya jumlah penderita DM di Indonesia dan persoalan pill fatigue, yakni kejenuhan dalam mengonsumsi obat. Tim kemudian melihat potensi daun kersen yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan mengandung senyawa flavonoid, termasuk quercetin, yang berpotensi mendukung pengendalian kadar gula darah.

Berbeda dari sediaan obat konvensional berbentuk tablet, GLUCERSEN dikembangkan dalam bentuk sublingual film, yaitu lapisan tipis yang digunakan di bawah lidah. Sediaan ini memiliki bentuk tipis dan transparan dengan warna hijau alami, serta menggunakan steviol sebagai pemanis. 

“Bentuknya yang ringkas dapat menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih praktis dan menjadi alternatif terapi diabetes,” ujarnya.

Tim GLUCERSEN meraih medali perak dalam ajang Indonesia Inventors Day, Selasa (6/10/2026) (Foto: Dok. Callysta Tabina Nadine dan tim)

Tim berharap inovasi tersebut dapat mendukung pengembangan sediaan dengan penggunaan yang lebih nyaman. Terutama bagi pasien yang mengalami kejenuhan dalam mengonsumsi obat. Meski demikian, GLUCERSEN masih memerlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan dosis penggunaannya sebelum dapat diterapkan sebagai produk kesehatan.

Proses pembuatan GLUCERSEN dimulai dari pengumpulan dan penyortiran daun kersen, pencucian, pengeringan, penghalusan, dan ekstraksi hingga membentuk lapisan tipis. Sediaan tersebut selanjutnya dipotong dengan ukuran 2 × 2 cm agar sesuai dengan area penggunaan.

Hasil pengujian awal menunjukkan aktivitas antioksidan GLUCERSEN melalui uji DPPH. “Sebanyak 90 persen responden menyukai GLUCERSEN, tetapi kami masih perlu melakukan pengujian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya dalam membantu mengontrol kadar gula darah,” ujar Callysta.

Selain meraih medali perak, tim juga mendapatkan kesempatan mempresentasikan potensi bisnis dan rencana pengembangan produknya pada INOTEK Foundation. Ke depannya, tim berencana melanjutkan pengujian dan memproses perizinan. 

“Kami berharap GLUCERSEN dapat dikembangkan menjadi produk yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Vaneza Ika Artamevia 

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top