Pakar Keamanan Siber sekaligus Head of Ignite PT Pijar Edukasi Teknologi, Yogiswara Witha, saat memaparkan materi tata kelola keamanan siber dan perlindungan data pribadi pada Pelatihan Tim Humas UNAIR di Aula Bima Suci, Gedung ACC Kampus C UNAIR, Selasa (20/10/2026). (Foto: Humas UNAIR)

Kawal Keamanan Data Institusi, Humas UNAIR Perkuat Kewaspadaan Siber

94 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut praktisi humas untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman siber dan kebocoran data pribadi. Hal tersebut ditegaskan olah Head of Ignite PT Pijar Edukasi Teknologi, saat membuka Pelatihan Tim Humas UNAIR bertajuk Monitoring Cyber dan Data: Hacking, Social Engineering, dan Hak Digital Anda di Aula Bima Suci, Gedung ACC Kampus C UNAIR, Selasa (20/10/2026).

Sekretaris Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Hilda Yunita Sabrie SH MH menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tata kelola informasi yang aman, terutama yang berkaitan dengan data pribadi institusi maupun publik. Baginya, humas memiliki peran strategis dalam mengelola dan melindungi data yang dikuasainya agar tidak menimbulkan celah kerawanan siber.

“Kemajuan teknologi tentu perlu kita imbangi dengan kewaspadaan, terutama terkait cyber security. Humas harus mampu memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dengan tetap memastikan data yang kita kelola dalam kondisi aman,” ujar Dr Hilda.

Ia berharap para peserta dapat mengedukasi rekan kerja di unitnya masing-masing. “Diharapkan setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu bisa menjadi corong di unit kerjanya untuk menyampaikan pentingnya perlindungan data pribadi kepada seluruh sivitas akademika,” tambahnya.

Sekretaris Universitas Airlangga, Dr Hilda Yunita Sabrie SH MH (kiri), menyerahkan cenderamata kepada Head of Ignite PT Pijar Edukasi Teknologi, Yogiswara Witha (kanan), usai pembukaan Pelatihan Tim Humas UNAIR di Aula Bima Suci, Gedung ACC Kampus C UNAIR, Selasa (20/10/2026). (Foto: Humas UNAIR)

Pakar keamanan siber sekaligus Head of Ignite PT Pijar Edukasi Teknologi, Yogiswara Witha. Dalam paparannya, menekankan bahwa faktor manusia kerap menjadi celah utama dalam ancaman peretasan siber.

Pelaku kejahatan siber lebih sering memanfaatkan teknik rekayasa sosial dengan memanipulasi emosi korban. Seperti rasa takut, terburu-buru, hingga tergiur hadiah, ketimbang meretas benteng sistem secara teknis dan langsung.

“Peretas sering kali tidak meretas benteng teknologi, melainkan mengincar manusia pemegang akses sistem. Saat kita lelah, kurang fokus, atau panik, di situlah manipulasi psikologis masuk melalui phishing, aplikasi berbahaya, hingga tautan palsu,” tegas Yogiswara.

Yogiswara turut mengingatkan bahaya kebiasaan mengunggah informasi berlebihan di media sosial. Potongan data seperti kode batang, identitas pribadi, hingga foto lokasi dapat dikumpulkan pelaku melalui Open Source Intelligence untuk menyusun skenario penipuan.

“Foto dan informasi yang kita unggah secara bebas dapat membuka banyak celah data berbahaya tanpa kita sadari. Pelaku kejahatan siber umumnya dapat memanfaatkan teknik Open Source Intelligence untuk profiling sasaran sebelum melancarkan aksi,” terangnya. 

Guna mengantisipasi ancaman yang makin kompleks, Yogiswara menekankan pentingnya menerapkan aturan tata kelola akun secara disiplin sejalan dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Langkah sederhana seperti pengaktifan autentikasi dua faktor (2FA), penggunaan kata sandi yang kuat, hingga penetapan penanggung jawab akun resmi sangat krusial untuk diterapkan di setiap unit kerja.

Selain penataan teknis, institusi juga perlu menyiapkan alur penanganan insiden (incident response) yang jelas dari awal. Agar setiap potensi peretasan atau kebocoran data dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.

“Sistem teknologi bisa diperbarui dengan cepat, tetapi pembentukan budaya keamanan data pada manusia membutuhkan pembiasaan yang konsisten. Menjaga kerahasiaan data institusi adalah tanggung jawab bersama agar kita terhindar dari krisis keamanan di masa depan,” tutup Yogiswara.

Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Khefti Al Mawalia

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top