Landak mini (pygmy hedgehog) merupakan mamalia kecil berduri yang berasal dari Afrika. Hewan ini banyak digunakan dalam berbagai riset biomedis dan sangat populer sebagai hewan peliharaan eksotik. Di samping memiliki penampilan yang mungil dan menggemaskan, landak mini juga dapat terserang penyakit yang dapat mengganggu kesehatannya. Beberapa penyakit yang umum terjadi pada landak mini seperti penyakit kulit, pencernaan, tulang dan sendi, pernapasan, jantung, mata, perkemihan, reproduksi, saraf, dan tumor.
Sebuah studi kasus dilakukan pada seekor landak mini yang dibawa ke rumah sakit hewan dengan keluhan benjolan di area dada. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter hewan menunjukkan tanda klinis berupa pertumbuhan kuku yang panjang melengkung pada kaki depan dan belakang serta massa berukuran 1,5 cm x 1,5 cm x 0,5 cm yang berisi nanah. Dari pemeriksaan itu, dokter hewan mendiagnosis landak tersebut menderita abses subkutan dan kuku yang tumbuh terlalu berlebihan. Perawatan diberikan dengan melakukan pemotongan kuku serta pembersihan nanah dan jaringan mati dari area yang mengalami abses diikuti dengan pemberian antibakteri topikal dan antibiotik oral sesuai dosis yang diresepkan. Pasien landak mini dalam studi kasus ini dapat pulih sepenuhnya dari abses subkutan 14 hari setelah kunjungan pertama ke rumah sakit hewan.
Lesi nodular seperti yang dialami oleh pasien hewan dapat disebabkan oleh infeksi dan pembentukan abses, namun lesi nodular dengan pusat nekrotik bernanah juga dapat mengindikasikan perubahan ke arah tumor. Oleh karena itu, pemeriksaan yang tepat sangat penting dalam menegakkan diagnosis abses primer. Aspirasi fine needle, dilengkapi dengan pemeriksaan sitologi, biopsi, dan histopatologi, diperlukan untuk diagnosis spesifik, terlebih lagi jika dikombinasikan dengan kultur agen infeksius penyebabnya.
Gangguan atau perubahan kondisi kulit sering dilaporkan sebagai masalah kesehatan pada landak mini Afrika yang dipelihara sebagai hewan kesayangan eksotik. Abses pada mamalia kecil seperti landak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gizi buruk, trauma, atau infeksi bakteri. Abses adalah kumpulan nanah lokal yang terbentuk di dalam jaringan tubuh, berbentuk benjolan dangkal, terutama pada spesies hewan pengerat seperti mencit, tikus, marmot, dan landak. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, kemungkinan penyebab abses subkutan pada pasien ini adalah luka dan infeksi akibat pertumbuhan kuku yang berlebihan.
Kuku kaki landak memiliki bentuk sferis menyilang dan lengkungan ujung yang tajam. Pemeriksaan rutin dan pemotongan kuku kaki landak sangat penting dilakukan, karena kuku landak dapat terus tumbuh ke dalam dan menjadi terlalu panjang. Pemeriksaan dan pemotongan kuku kaki secara teratur sangat penting untuk mencegah terjadinya abses berulang.
Author: Novericko Ginger Budiono, Nicole Ting Qian Wen, Punithe Raj A/L Rajendran, Annise Proboningrat
Article: Speedy Recovery of Subcutaneous Abscess and The Presence of Overgrown Nails in A Pygmy Hedgehog: A Case Report





