Universitas Airlangga Official Website

ACSID-11 versi Melayu Valid dan Reliabel Menilai Penggunaan Internet Bermasalah

(sumber; RRI)
(sumber; RRI)

Penggunaan internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama setelah pandemi COVID-19 yang membuat aktivitas online meningkat hingga 40–100%. Peningkatan ini juga menyebabkan sebagian individu mengalami penggunaan internet bermasalah atau Problematic Internet Use (PIU), yakni gangguan kontrol impuls dan perilaku terkait penggunaan internet yang berlebihan. Di Asia, khususnya kalangan remaja dan dewasa muda, menunjukkan prevalensi PIU yang tinggi. Di Malaysia, angka PIU pada remaja dilaporkan antara 2,4%–16%, dan berkaitan erat dengan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui gaming disorder sebagai gangguan mental dalam ICD-11 (International Classification of Diseases, 11th Revision). Namun, bentuk-bentuk PIU lainnya seperti melalui belanja online, media sosial, pornografi, dan perjudian online belum memiliki klasifikasi resmi. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur komprehensif yang dapat menilai berbagai jenis PIU secara spesifik.

Instrumen Assessment of Criteria for Specific Internet-use Disorders (ACSID-11) dikembangkan berdasarkan kriteria ICD-11 untuk menilai lima jenis PIU spesifik: gaming, online shopping, online pornography use, social networking use, dan online gambling. Sebuah penelitian oleh Yan-Li et al. yang terbit di Jurnal Asian Journal of Social Health and Behavior tahun 2025, menerjemahkan ACSID-11 ini  ke dalam Bahasa Melayu dan menguji validitas serta reliabilitasnya di kalangan mahasiswa Malaysia. Penelitian yang melibatkan 610 mahasiswa Malaysia ini, melalui proses penerjemahan yaitu forward translation, backward translation, dan peninjauan oleh pakar untuk memastikan kesetaraan bahasa dan budaya.

Hasilnya, ACSID-11 versi Bahasa Melayu ini terbukti valid dan reliabel untuk menilai berbagai bentuk PIU pada dewasa muda Malaysia. Hal ini didukung dengan temuan confirmatory factor analysis (CFA) mendukung struktur empat faktor dari ACSID-11 versi Bahasa Melayu pada berbagai kelompok berdasarkan jenis kelamin, etnis, dan pencapaian akademik, dengan hasil kesesuaian model yang baik dan konsistensi internal yang baik pula untuk semua bentuk PIU, kecuali beberapa pada subskala perjudian online.

Terkait perjudian online yang dikecualikan, hal ini karena penelitian tentang perjudian di Malaysia masih terbatas, dan hukum Syariah melarang segala bentuk perjudian bagi umat Muslim. Sementara non-Muslim tunduk pada peraturan hukum resmi disana. Oleh karena itu, persepsi dan penafsiran terhadap aktivitas perjudian online dapat berbeda di antara kelompok etnis dan agama yang berbeda di Malaysia.

Pada akhirnya, dapat disimpulkan, ACSID-11 dapat membantu pendidik, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan dalam mendeteksi dan mencegah kecanduan internet secara lebih terarah. Namun, perlu kehati-hatian dalam menilai perilaku perjudian online dan disarankan penelitian lanjutan untuk memperluas penggunaan skala ini pada kelompok demografis yang lebih beragam.

Penulis:

Siti Rahayu Nadhiroh, Departemen Gizi FKM Unair

Penulis:

Siti Rahayu Nadhiroh, Departemen Gizi FKM Unair

Sumber:

Siaw, Yan-Li; Chua, Kah-Heng; Ruckwongpatr, Kamolthip; Tung, Serene En Hui; Gan, Wan Ying; Poon, Wai Chuen; Nadhiroh, Siti Rahayu; Nurmala, Ira; Üztemur, Servet; Chen, I-Hua; Griffiths, Mark D.; Lin, Chung-Ying. Psychometric Properties for the Malay Version of the Assessment of Criteria for Specific Internet-use Disorders among Young Adults in Malaysia. Asian Journal of Social Health and Behavior 8(3):p 97-106, Jul–Sep 2025. | DOI: 10.4103/shb.shb_171_24.