Universitas Airlangga Official Website

ADR Pasca Vaksinasi COVID-19 pada Rongga Mulut

Wabah global pandemi COVID-19, yang diidentifikasi sebagai Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV), telah memberikan dampak besar di seluruh dunia sejak kemunculannya pada awal tahun 2020. krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini Penting untuk diatasi melalui penerapan strategi yang komprehensif, mencakup intervensi farmakologis pada area yang luas melalui upaya vaksinasi.

Vaksin COVID-19 sendiri dibuat menggunakan berbagai media, seperti asam nukleat (DNA dan RNA), partikel mirip virus, peptida, vektor virus (baik replikasi maupun non-replikasi), protein rekombinan, strategi virus yang dilemahkan, dan virus yang tidak aktif.

Namun vaksin COVID-19 dapat menimbulkan reaksi merugikan yang tidak diinginkan yang disebut sebagai Adverse Drug Reaction (ADR). Dalam konteks kesehatan mulut, reaksi merugikan yang dilaporkan pasca vaksinasi COVID-19 mencakup manifestasi seperti ulserasi oral, parestesia oral, dan pembengkakan bibir. Penelitian kami berupaya untuk menggali literatur terkait Adverse Drug Reaction pasca vaksinasi COVID-19, dengan perhatian khusus pada hipotesis etiologi yang mendasari reaksi ini di dalam rongga mulut.

Penelitian ini telah diterbitkan pada Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences (2024) Vol 20(SUPP12) 190-195. doi:10.47836/mjmhs20.s12.27

Penulis: Dr. Pratiwi Soesilowati, drg., M.Kes.

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2024123117161227-0166.pdf