UNAIR NEWS – Mohamad Ageng Joyo Gumelar, mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Airlangga, berhasil meraih Juara 1 kelas bebas (under 45 kg) tingkat dewasa dalam Pencak Silat Probolinggo Championship 2025. Prestasi ini diraih setelah melewati berbagai tantangan, mulai dari persiapan fisik hingga manajemen waktu yang ketat.
Tantangan Persiapan Intensif
Awalnya, Ageng ditawari oleh ketua UKM untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Namun, tawaran itu menuntutnya untuk turun kelas berat badan, sehingga ia harus menurunkan sekitar 5 kg dalam waktu kurang dari sebulan. “Awal menurunkan berat badan terasa sangat berat karena saya harus mengurangi konsumsi gula dan mengatur pola makan. Bahkan, tujuh hari sebelum lomba, saya mengganti nasi dengan kentang untuk memenuhi target berat badan,” ujar Ageng.
Selain tantangan fisik, Ageng juga menghadapi kesulitan dalam manajemen waktu. Ia harus membagi waktu antara kuliah, latihan, dan kegiatan organisasi. “Tantangan terberat itu ketika pagi sampai siang ada mata kuliah, sore ada rapat, dan malamnya latihan. Kegiatan ini berlangsung terus sampai mendekati hari H, tapi di hari lomba saya bisa istirahat penuh agar tidak kelelahan saat bertanding,” tambahnya.
Latihan Terstruktur
Persiapan intensif yang dilakukan Ageng meliputi latihan teknik dasar dan strategi bertanding, serta simulasi pertandingan agar terbiasa dengan tekanan kompetisi. Semua latihan berjalan dengan disiplin tinggi, termasuk menjaga pola makan dan waktu istirahat, sehingga fisik dan mental tetap optimal menjelang lomba.
Di hari pertandingan, Ageng menghadapi lawan-lawan yang lebih senior dan jeda waktu antar pertandingan yang relatif singkat, membuat setiap laga semakin menantang. Meskipun demikian, dengan fokus dan pengalaman latihan, ia berhasil menampilkan performa terbaiknya di setiap ronde. Kerja keras dan strategi matang membuahkan hasil Juara 1 kelas bebas under 45 kg tingkat dewasa.
Keberhasilan ini menjadi bukti ketekunan, disiplin, dan mental bertanding yang kuat dari Ageng. Prestasi tersebut tidak hanya membanggakan bagi dia sendiri, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi UKM, universitas, dan orang-orang terdekat. Ageng berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekannya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan dalam pencak silat.
“Mendapatkan juara 1 bukan hanya soal teknik, tapi juga soal kesabaran, disiplin, dan kemampuan mengatur waktu. Saya bersyukur bisa melewati semua tantangan dan memetik hasil ini,” ungkap Ageng.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





