Universitas Airlangga Official Website

Akademisi UNAIR Manfaatkan Program DHS dalam Penelitian SDGs

Ferry Efendi, SKep Ns MSc, Akademisi UNAIR yang Manfaatkan Program DHS dalam Penelitian SDGs. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sejak tahun 1984, United States Agency for International Development (USAID) telah mencanangkan suatu program global bernama Demographic and Health Surveys (DHS). Program ini berupaya untuk mengumpulkan, menganalisa, dan menyebarkan data terakurat dan representatif terkait isu populasi, kesehatan, HIV, dan nutrisi. Untuk mencapai ini, DHS telah mencanangkan 400 lebih survei di lebih dari 90 negara.

Salah satu fellow dalam program ini adalah akademisi dari Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR Ferry Efendi, SKep Ns MSc. Dalam wawancara dengan tim redaksi pada Selasa sore (31/5/2022), ia menceritakan terkait bagaimana program tersebut relevan dalam riset-riset mengenai akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). 

Ferry mengatakan bahwa DHS menjawab kebutuhan untuk melihat kondisi riil suatu isu dengan berbasis data dan bukti. Dalam kepakarannya, DHS memfasilitasi berbagai penelitiannya di bidang kesehatan ibu dan anak.

“Sifat data yang dipublikasi DHS kan representatif di tiap negara, jadi sifatnya nasional. Data tersebut dapat dijadikan rekomendasi kepada pembuat kebijakan atau pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan terkait kesehatan, demografi, dan nutrisi,” ujar alumni Asia University itu.

Dalam konteks SDGs, Ferry menjelaskan bahwa DHS telah membuat platform dan pengelompokan khusus untuk hal-hal yang bertalian dengan SDGs. Dari sini, ia berkata bahwa hal tersebut dapat digunakan oleh UNAIR dalam berbagai penelitian dan programnya mengenai SDGs, khususnya di SDG No. 3 yakni kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

“Akan sangat penting untuk menganalisis sejauh mana pencapaian SDGs kita di Indonesia. Mana yang sudah tercapai, mana yang belum, mana yang perlu diakselerasi atau diintervensi lebih. UNAIR dapat berkontribusi dari situ,” ujar lektor itu.

Ferry mengatakan bahwa program DHS juga menyediakan berbagai peralatan, makalah, hingga kursus daring secara gratis dalam rangka diseminasi data surveinya. Salah satu peralatan favoritnya adalah STATcompiler.

“Peralatan itu membolehkan saya untuk memberikan visualisasi data yang menarik mengenai kesehatan ibu dan anak, tingkat mortalitas dan morbiditas ibu dan anak, dan masih banyak lagi. Fitur-fitur yang dimiliki DHS memanglah sangatlah menarik,” tutupnya.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Nuri Hermawan