UNAIR NEWS – Alumni Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR), Zavirah Silalahi beberkan kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hingga PIMNAS. Zavirah menekankan bahwa PKM merupakan kompetisi prestisius yang tidak hanya menuntut inovasi ide, tetapi juga ketelitian administratif.
Zavirah menjelaskan, proses penilaian proposal terlaksana dalam dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Ia mengingatkan para peserta untuk menghindari common mistakes atau kesalahan fatal yang kerap terjadi. “Satu saja komponen tidak sesuai, proposal bisa langsung gugur di tahap awal administrasi,” kata Zavirah dalam sebuah webinar bertajuk Crafting a Strong Proposal: Deepening Insight and Strengthening Framework.
Kesalahan Umum
Kesalahan umum tersebut meliputi tidak taat administrasi termasuk tanggal, tanda tangan, biodata; nama tidak sesuai PDDikti; penggunaan akronim atau singkatan tidak baku pada judul; hingga kesalahan format file dan file name. Peraih Gold Medal PIMNAS 26 itu menambahkan bahwa ide yang tidak konstruktif, minim urgensi (not problem based), dan pengajuan dana yang tidak realistis juga menjadi faktor kegagalan substansi.

Lebih lanjut, Zavirah membedah kerangka proposal yang kuat. Ia menyoroti bagian Pendahuluan (BAB I) sebagai jantung proposal yang harus menunjukkan gambaran besar masalah, bersifat aktual, dan berbasis data (data driven). Latar Belakang wajib memperjelas adanya research gap atau kesenjangan yang menjadi alasan kuat dilakukannya riset.
Merumuskan Proposal yang Runtut
Zavirah juga menggarisbawahi pentingnya merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat yang sinkron. Rumusan Masalah (RM) harus fokus, jelas, dan spesifik, yang kemudian secara eksplisit harus dijawab oleh Tujuan riset. “Pastikan Kontribusi Ilmiah dan Luaran Riset kalian tertulis jelas dan eksplisit. Tunjukkan urgensi riset juga dan bukan sekadar ide biasa,” ungkapnya, pada Minggu (2/11/2025).
Sebagai informasi, Zavirah adalah salah satu alumni berprestasi dari FF UNAIR. Mahasiswa Berprestasi 2022 itu memiliki berbagai pengalaman dalam bidang riset dan kepenulisan ilmiah. Selain lolos PIMNAS dan meraih medali emas, ia juga pernah mengantongi pendanaan PKM skema RE untuk dua proposal sekaligus.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Yulia Rohmawati





