UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menelurkan alumni yang mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam lingkup pendidikan. Ani Christina S.Psi MM, alumni Fakultas Psikologi (FPsi) UNAIR telah membuktikan kontribusinya dengan membangun ekosistem layanan psikologi yang terintegrasi dalam dunia pendidikan.
Perjalanan karirnya, berawal dari peran sebagai konselor sekolah, yang kemudian berkembang dengan memulai biro psikologi berbasis sekolah untuk menjawab tantangan dan peluang yang ia observasi langsung di lapangan. Ia mengatakan bahwa psikologi memiliki peranan penting untuk mendukung pendidikan secara optimal
“Ternyata lulusan psikologi itu tidak hanya menjalankan tugas konseling saja, tetapi lebih luas lagi. Ketika di sekolah, tugas konselor sekolah selain melakukan layanan konseling untuk masalah psikologis, ternyata juga melakukan konseling karir dan merancang berbagai macam desain program,” ujarnya.

Ilmu Aplikatif
Sebagai konselor, ia menyadari adanya kebutuhan akan layanan terapi tambahan bagi siswa. Meskimenemui tantangan dan hambatan, ia tergerak untuk menciptakan sistem yang lebih berkesinambungan melalui biro psikologi dalam lingkungan sekolah. “Pertama tantangan SDM. Psikolog biasanya sudah punya tempat praktek sendiri, sehingga untuk merekrut agar bergabung dengan lembaga pendidikan itu tidak gampang. Kemudian ada juga tantangan membangun kolaborasi antar profesi seperti profesi terapis dan psikolog, baik secara manajemen maupun praktis di lapangan,” jelasnya.
Kini, Ani turut berperan sebagai konsultan pendidikan dan penulis. Spesialiasi yang didalami adalah desain program tumbuh kembang anak dan strategi branding lembaga pendidikan. Spesialisasi lainnya adalah perancangan asesmen pendidikan untuk berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. Total, sudah lebih dari sepuluh lembaga mempercayakan pembuatan sistem seleksi siswa, seleksi guru, dan pemetaan kepadanya.
“Ilmu psikologi sangat aplikatif ketika dipakai untuk memetakan manusia. Kita membantu lembaga-lembaga itu untuk membuatkan peta input dan peta perkembangan. Selama ini, sekolah fokus memetakan aspek akademik, padahal asesmen aspek psikologis sangat mendukung pendidikan karakter. Di sisi lain, saya berusaha memenuhi analisis kebutuhan value setiap lembaga, sehingga setiap lembaga bisa beda desain assessment-nya,” terangnya.
Peran Bagi Pendidikan
Tak henti menebar kontribusi, banyak lembaga kemudian memintanya untuk mendesain program pendidikan karakter, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan program pendidikan orangtua (parenting). Demi memperluas jangkauan dampak, ia memanfaatkan kemampuannya dalam penulisan. “ Sudah ratusan sekolah terdampak berbagai pelatihan ini. Buku-buku yang ditulis lebih dari 50 judul dalam puluhan ribu eksemplar yang beredar di masyarakat.
“Dalam rangka untuk menjangkau perluasan layanan, bagi teman-teman yang jauh dan tidak mampu secara anggaran untuk mengadakan pelatihan, kita tawari bukunya. Mereka bisa belajar secara mandiri. Saya bersyukur, di belakang saya ini ada tim pendukung yang sangat luar biasa, sehingga ketika menulis buku sudah benar-benar by needs,” sebutnya.
Sebagai penutup, ia menyampaikan harapan besarnya untuk almamater tercinta. “Siapa lagi yang akan membangun bangsa ini kalau tidak pendidikan? Saya sangat berharap Fakultas Psikologi bisa membuat banyak riset, pengabdian masyarakat, dan kurikulum yang bisa dinikmati aplikasinya di dunia pendidikan. Saya berharap Fakultas Psikologi bisa mencetak dan memotivasi lulusannya untuk mau mengabdi di dunia pendidikan,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





