UNAIR NEWS – Berawal dari bangku kuliah, Erna Wuryanti, ST MT menapaki jalan panjang yang membawanya pada posisi di bidang ketenagakerjaan. Alumnus D3 Hiperkes (Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja) UNAIR itu kini menjabat sebagai Kepala UPT Keselamatan dan Kesehatan Kerja (UPTK2) Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) Provinsi Jawa Timur.
Nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab yang ia tanamkan sejak kecil menjadi fondasi kariernya. “Ibu selalu menanamkan untuk bekerja tanpa pamrih. Jalani dengan lurus, nanti orang lain yang akan menilai,” ujarnya. Prinsip itu ia bawa hingga kini, menuntunnya dalam berkontribusi untuk membangun lembaga yang menjunjung tinggi integritas dan etika kerja.
Dari UNAIR ke Dunia Ketenagakerjaan
Keinginan dan cita-cita awal Erna adalah menjadi seorang dokter. Namun, keterbatasan kondisi keluarga setelah sang ayah wafat membuatnya tidak dapat mengikuti kursus persiapan yang matang. Meski telah berusaha untuk belajar mandiri, ia tidak berhasil menembus fakultas kedokteran yang ia idamkan.
Hingga akhirnya, jalan hidup membawanya ke jalur lain saat ia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di D3 Hiperkes UNAIR, sebuah program studi yang kemudian membawanya ke sebuah impian baru. Ia menuntaskan studi dengan predikat wisudawan terbaik dan mewakili wisudawan pada wisuda akbar di Gelora 10 November.
“Alhamdulillah, meskipun awalnya tidak sesuai harapan, dari sanalah saya menemukan jalan yang tepat,” ujarnya.
Dari titik itu, perjalanan karier Erna mulai terarah dan menemukan titik terang. Ia diterima sebagai CPNS di Kementerian Tenaga Kerja dan menapaki peran sebagai pengawas ketenagakerjaan. Bekal ilmu dan pengalaman selama menempuh studi di UNAIR menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Tak berhenti di situ, Erna terus mengasah kemampuan diri dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Teknik Industri dan S2 Manajemen Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Adhitama Surabaya (ITATS). Hal itu merupakan bentuk komitmennya untuk selalu belajar dan berkembang.
Integritas sebagai Napas Kepemimpinan
Dalam menjalankan tugasnya, Erna memegang teguh prinsip integritas. Ia pernah menolak segala bentuk gratifikasi dan intervensi saat memimpin tim pemeriksaan perusahaan jasa penempatan tenaga kerja.
“Kalau proses masih berjalan, jangan sekali-kali menerima apa pun. Prinsip itu yang saya pegang sampai sekarang,” tegasnya.
Prinsip sederhana itu menjadi napas dalam kepemimpinannya. Bagi Erna, pekerjaan adalah ladang pengabdian, bukan sekadar rutinitas administratif. Ia percaya bahwa profesionalisme harus dibangun dari kejujuran dan kesadaran moral, nilai-nilai yang menurutnya telah tumbuh sejak masa kuliah di UNAIR.
Ia berpesan kepada mahasiswa UNAIR dan para generasi muda agar tidak berhenti pada mimpi, tetapi terus bergerak dan berproses meski dengan langkah yang kecil. “Sedikit tapi bermakna, sedikit tapi bergerak. Continuous improvement itu penting. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini,” ujarnya.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia





