Universitas Airlangga Official Website

Analisis Komparatif Prediktif untuk Risiko Fundamental Pasar Makanan Laut Impor dan Ekonomi AS

Pasar Ikan Dunia terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, seperti nelayan, produsen ikan, pedagang ikan, dan perusahaan pemasaran. Pasar ini mencakup perdagangan ikan dan produk ikan dari berbagai spesies dan jenis. Untuk menjaga pasar ikan global bertahan, penting untuk mempertimbangkan konservasi sumber daya ikan, perlindungan lingkungan laut, pengelolaan produksi ikan berkelanjutan, perdagangan ikan yang adil dan beretika, dan peraturan perdagangan internasional, serta faktor ekonomi global.

Nilai impor makanan laut Amerika telah meningkat lebih dari 50% selama lima tahun terakhir, menjadikan Amerika sebagai importir makanan laut terbesar di dunia. Amerika juga diakui sebagai pemimpin pasar global dalam mempromosikan produksi makanan laut yang berkelanjutan. Impor Amerika menguasai sebagian besar pasar sehingga memberikan peluang bagi aktivitas IUU  (illegal, unreported, and unregulated). Pertumbuhan kejahatan IUU yang sedang berlangsung hal ini karena AS adalah importir ikan terbesar di dunia, kehadiran pemimpin pasar telah membuat data global perikanan dan budi daya perairan menjadi lebih mudah diakses dibandingkan sebelumnya.

Fakta menunjukkan bahwa negara-negara pengekspor mengolah makanan laut dari berbagai armada, yang merupakan praktik ilegal. Dengan demikian, hal ini dapat menyebabkan impor barang tangkapan yang dilarang di negara lain. Selain itu, penangkapan ikan IUU menjadi masalah utama bagi pengelolaan perikanan di seluruh dunia karena sekitar 90% stok ikan laut di dunia telah dieksploitasi sepenuhnya dan hampir habis. Jika tren ini terus berlanjut, pada tahun 2048, stok ikan untuk penangkapan ikan komersial akan habis.

Berdasarkan permasalahan seputar kejahatan IUU, sementara pasar impor AS yang besar menciptakan peluang bagi kegiatan IUU, diperlukan teknologi pintar yang berbasis pada data inovatif dan sistem analisis. Teknologi ini melibatkan pengumpulan dan pemrosesan data, seperti Machine Learning, yang tersedia untuk memungkinkan perikanan dipantau sepenuhnya. Oleh karena itu, analisis risiko fundamental yang perlu diketahui sangat diperlukan. Sebuah studi yang dilakukan mengembangkan indeks fundamental capture risk di 152 negara dengan membandingkan risiko negara-negara yang terpapar aktivitas (IUU). Akibatnya, hal ini diperkirakan mempunyai dampak ekonomi potensial terhadap persaingan nelayan AS dalam impor makanan laut yang terlibat dalam praktik IUU.

Ekspor dari negara lain menimbulkan kompleksitas dalam studi ini, yang memungkinkan penyelundupan dan data yang tidak tercatat dan tidak diatur. Penelitian saat ini sebagian besar berfokus pada pelacakan kapal, posisi penangkapan ikan, operasi IUU, korelasi aktivitas penangkapan ikan. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana klasifikasi berbagai metode berfungsi dan untuk memprediksi risiko fundamental yang dominan pada negara yang mengimpor barang ke Amerika Serikat dengan menggunakan algoritma Random Forest. Algoritma ini cukup efisien secara komputasi karena setiap pohon keputusan memilih secara acak satu variabel untuk digunakan daripada menggunakan semua variabel.

Penulis: Imam Yuadi, S.Sos., M.MT., Ph.D.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

M. I. Fanani and I. Yuadi, “Predictive Comparative Analysis for Fundamental Risk of U.S Import and Economy Seafood Market,” 2023 Sixth International Conference on Vocational Education and Electrical Engineering (ICVEE), Surabaya, Indonesia, 2023, pp. 35-40, https://ieeexplore.ieee.org/document/10348296