Universitas Airlangga Official Website

Analisis Model Matermatis tentang Merokok dan COVID-19

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Artikel ini membahas pengembangan dan analisis suatu model matematika untuk mengkaji keterkaitan antara kebiasaan merokok dan penularan COVID-19, mengingat kedua faktor tersebut memberikan dampak yang serupa terhadap sistem pernapasan manusia. Model yang dikembangkan dianalisis untuk memastikan kelayakannya secara matematis dan epidemiologis melalui penentuan daerah feasibel serta pembuktian keberadaan solusi positif. Selanjutnya, peneliti mencari kondisi ideal di mana tidak ada orang yang terinfeksi penyakit sama sekali dalam suatu populasi. Kondisi ini disebut titik keseimbangan bebas penyakit (disease-free equilibrium). Titik ini digunakan untuk melihat apakah, dalam jangka panjang, penyakit bisa benar-benar hilang atau justru berpotensi menyebar kembali. Selain itu, peneliti menghitung bilangan reproduksi dasar, yaitu angka yang menunjukkan seberapa mudah suatu penyakit menular. Angka ini menggambarkan berapa banyak orang yang dapat tertular dari satu orang sakit. Perhitungan ini dilakukan dengan metode khusus yang disebut next generation matrix, yaitu cara matematis untuk melacak penularan penyakit dari satu kelompok orang ke kelompok lain. Jika nilai bilangan ini kurang dari satu, maka penyakit cenderung akan berkurang dan akhirnya hilang; sebaliknya, jika lebih dari satu, penyakit berpotensi terus menyebar di masyarakat.

Analisis kestabilan menunjukkan bahwa titik keseimbangan bebas penyakit bersifat stabil secara lokal dan global ketika nilai bilangan reproduksi dasar kurang dari satu. Selain itu, analisis sensitivitas mengungkapkan bahwa laju kontak merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap dinamika penyebaran penyakit. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa pengurangan tingkat kontak antara individu rentan, terpapar, dan terinfeksi, disertai dengan penerapan strategi pemulihan dan pengendalian yang efektif, dapat secara signifikan menekan penyebaran penyakit. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya perhatian serius dari para pemangku kepentingan dalam pengendalian kebiasaan merokok serta upaya pencegahan dan pengobatan COVID-19.

Penulis: Dr. Miswanto, M.Si.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/analysis-of-smoking-and-covid-19-mathematical-model/