Beberapa mata kuliah penunjang prestasi akademik mahasiswa disediakan oleh aplikasi layanan pendidikan di Google Play Store. Aplikasi-aplikasi tersebut sebagian besar diunduh di mana saja dan kapan saja melalui perangkat seluler berbasis internet, yang merupakan pintu gerbang pembelajaran digital. Dalam hal ini, siswa umumnya cenderung untuk berkolaborasi dengan guru dan rekan-rekan mereka terlepas dari materi pelajaran. Dari konteks ini, beberapa kursus diakses secara bebas, sementara yang lain berbayar. Sebagian besar kursus berbayar menyediakan waktu tak terbatas dan ujian kualifikasi untuk mengakses materi pembelajaran dan mendapatkan sertifikat, dibandingkan dengan pelajaran gratis. Karena banyak pilihan yang tersedia, siswa terlihat sering membandingkan aplikasi melalui review di Google Play Store. Ini memungkinkan mereka untuk memilih dan berlangganan materi pembelajaran yang sesuai siswa berdasarkan pengalaman pengguna lain. Hal ini menyebabkan proses pemeringkatan ulasan satu aplikasi disbanding dengan aplikasi lain menjadi hal utama yang diperhatikan siswa dan pengembang perangkat lunak. Kelebihan dan kelemahan aplikasi menjadi hal yang paling ingin diketahui oleh pengguna.
Untuk membantu calon pengguna dalam mengambil keputusan mengenai aplikasi mana yang akan diunduh maka Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) akan sangat direkomendasikan. Salah satu metode MCDM populer di antaranya: TOPSIS, ÉLimination et Choix Traduisant la REALité (ELECTRE), VIKOR, dan Analytic Hierarchy Process (AHP).
Berdasarkan kegunaan MCDM dalam pemeringkatan aplikasi maka studi ini menggunakan metode hybrid antara Entropy Weight dan VIKOR karena EWM mampu menentukan bobot setiap indeks secara objektif, sedangkan metode VIKOR dapat secara efektif menangani ketidakjelasan dan ketidakpastian proses penilaian dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan tujuan sebagai berikut, (1) memeringkat dan membandingkan kualitas aplikasi layanan pendidikan, (2) menentukan tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan aplikasi pendidikan, dengan menggunakan model Entropy Weight-VIKOR, dan (3) mengukur stabilitas metode dengan memberikan indikator kuantitatif. Tahapan metodologi yang digunakan antara lain pengumpulan data dan pre-processing, evaluasi kepuasan pengguna dengan Entropy Weight-VIKOR, dan penilaian stabilitas sistem melalui analisis sensitivitas. Terdapat tujuh aplikasi pendidikan terpopuler yang digunakan dalam studi ini yaitu Coursera, edX, Khan Academy, LinkedIn Learning, Quipper, Socratic, dan Udemy. Indikator perbandingan yang digunakan dalam studi ini antara lain: (1) Ketersediaan materi yang dapat diunduh; (2) Kejelasan video; (3) Jumlah biaya; (4) Jenis tugas yang diberikan; (5) Kelengkapan konten; (6) Jenis-jenis kursus yang disediakan; (7) Bentuk ujian di akhir kursus; (8) Guru. Hasil dari studi menunjukkan bahwa Khan Academy dan Socratic masing-masing memiliki tingkat kepuasan tertinggi dan terendah. Untuk studi selanjutnya dianjurkan menggunakan pendekatan MCDM lainnya dan menambahkan jumlah ulasan yang digunakan pada studi selanjutnya.
Penulis: Nasa Zata Dina, S.Kom., M.Kom., M.Sc
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://publications.drdo.gov.in/ojs/index.php/djlit/article/view/18383
Nasa Zata Dina, Nyoman Juniarta. (2023). Analysis of the Educational Application Users Satisfaction Levels by Using the Integrated Entropy Weight VIKOR Method. DESIDOC Journal of Library & Information Technology, 43(2): 69-77.





